New7Wonders

logo-the-new-7-wonders-of-the-world

Ketika saya bergabung dengan local tour di Vietnam untuk mengunjungi Halong Bay, sang Tour Leader dengan bangga menerangkan bahwa Halong Bay sudah berhasil mendapatkan pengakuan sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia versi baru untuk kategori keindahan alam. Mulailah disebut satu persatu apa saja ke 6 lainnya.

  1.  Jeju Island di Korea, sudah pernah saya kunjungi th 2008
  2.  Iguazu waterfall di perbatasan Brazil dan Argentina, sudah juga tahun 2009.
  3.  Amazone River di South Amerika kunjungan tahun 2009
  4.  Halong Bay di Vietnam sudah 2 kali kesana, pertama tahun 2003 sebelum masuk New7Wonders, kemudian thn 2015.20141005_151955-001
  5.  Table Mountain di Afrika belum pernah dan belum ingin kesana.
  6.  Puerto Princesa Underground River di Philipine baru pernah dengar dan ingin kesana kapan kapan.
  7.  Komodo Island di Indonesia belum pernah…keterlaluan ya? Tapi sesungguhnya saya memang tidak ingin kesana, karena saya  sangat takut dengan hewan jenis ini dan kawan kawannya: buaya, biawak, kadal bahkan cecak!!!

 

Bagaimana dengan New7Wonders of the world? Ternyata saya sudah lengkap mengunjunginya sebelum voting dan hasilnya diumumkan.

1.Colloseum  di Roma , Itali.  Berkunjung kesana pada th 1997Colloseum Rome2. Christ the Redeemer di Rio de Janeiro, Brazil . kunjungan th 2008Christ Redeemer1 3. Great Wall di Beijing, kunjungan th 1994???  foto dan negatif nya tidak ketemu….berarti harus kesana lagi.    Rencana April 2017 sekalian ke Korea Utara…sudah kesampaian.

4.  Macchu Pichu di Peru , 2 kali kunjungan th 2006 dan 2011 tepat perayaan 100 th ditemukannya MP

mapi21

5. Taj Mahal di Rajashtan , India.  kunjungan th 2007

TajMahal1

6. Chichen Itza di Yucatan, Mexico. Kunjungan th 2009

ChichenItza1

7. Petra di Yordania. Kunjungan th 2008DSC03967b

Ada lagi 7Wonders of the Ancient World. Sebagian sudah pernah saya kunjungi, ada yang memang belum, bahkan ada yang gagal kunjung karena salah baca jadwal ferry.

  1. The Great Pyramid of Egypt. Tepatnya th 2008.DSC04283h
  2. The Hanging Garden of Babylon, ruinsnya belum pasti  dimana ; sekitar Babylon di Iraq atau di Nineveh jauh disebelah utaranya Babylon, bahkan ada beberapa literatur yang mengatakan sebetulnya itu fiktif.
  3. The Statue of Zeus at Olympia, Greece. Belum pernah saya kunjungi, walaupun sudah 2x ke Yunani.
  4. The Temple of Artemis at Ephesus, pernah sampai kesini th 2007A15-TurkEphesus14
  5. The Mausoleum of Halicarnassus at Bodrum,  belum pernah juga.
  6. The Colossus of Rhodes, Greece. Ini ada cerita sendiri tentang gagal sampai gara2 salah baca tanggal jadwal ferry berangkat..doooh
  7. The Lighthouse of Alexandria, Egypt. Kunjungan th 2008, tinggal dasarnya.Lighthouse Alexandria

Advertisements

Colorful Cartagena de Indias

Old Quarter Cartagena de Indias salah satu tempat eksotis yang tidak mudah dilupakan. Sungguh beruntung saya berhasil mendapatkan kamar di hostel di kawasan  old quarter, setelah berbulan bulan mencoba booking yang kondisinya fully booked terus. Sampai  saya harus berkali kali mengirim email ke pihak hostel mengingatkan kalau ada yang cancel kamar, tolong diberikan kepada saya. Akhirnya seminggu sebelum tanggal kedatangan saya di Cartagena de Indias, jawabannya oke. Yang terjadi kemudian adalah saya ditempatkan di hostel tambahan diseberang hostel inti, bangunan lama yang sedang direnovasi dan belum dioperasikan secara resmi tapi sudah layak huni. Jadi saya tinggal disitu sendirian, bahkan staffnya pun belum ada. Saya ditempatkan disitu karena terus merengek minta kamar, sebab saya merasa puas dengan layanan dari jaringan hostel ini sewaktu saya eksplore Montevideo di Uruguay.

Cartagena de Indias ini berada disebelah Utara Colombia, menghadap ke laut Karibia. Suasana disana sangat kental dengan gaya hidup santai kota tepi pantai. Payung warna warni menaungi kursi meja didepan cafe ditepi jalan berlapis cobble stone, dengan pemandangan dinding rumah rumah tradisional bercat warna warna ceria. Diantara jalan jalan sempit terselip piazza dengan pohon pohon peneduh dan bangku bangku taman. Walaupun suhu di Cartagena cenderung tinggi sepanjang tahun, tapi hembusan angin selalu merata melewati lorong2 jalan . Curah hujan disana banyak, banjir juga ada. Kostum tradisional setempat berupa rok panjang dengan rimpel bersusun susun, warnanya meriah. Penjual buah potong yang saya foto ini rupanya memang sudah biasa bergaya didepan kamera, juga profesional…setelah difoto, langsung mendatangi saya dan meminta fee..yang saya bayar dengan cara membeli  dagangannya.

Potemkin steps – Optical Illusion stairs

Potemkin Steps adalah tangga legendaris dan icon kota Odesa, mewakili pintu masuk utama kearah kota secara formal dari arah laut. Secara topografis Odesa adalah kota pelabuhan tapi letaknya di dataran tinggi sehingga akses ke tepi laut sangat curam. Dari arah pelabuhan akan terlihat patung bronze Duke of Richelieu dipuncak tangga Potemkin, ialah walikota pertama kota Odesa. Nama Potemkin diambil dari nama kapal perang Rusia, yang menjadi terkenal setelah awak kapalnya melakukan pemberontakan terhadap pemerintah pada jaman revolusi Rusia th 1905.

P1080468

patung Richelieu  dan 2 cucu perempuannya  ^.^

Mengapa tangga ini jadi begitu dibanggakan adalah karena design nya dibuat sedemikian rupa sehingga tidak melelahkan saat mendaki 200 anak tangga keatas. Setiap 20 anak tangga, terdapat bidang datar sejauh 20 langkah menuju 20 anak tangga berikutnya, demikian berulang 10 kali sampai ke puncak. Hasilnya adalah suatu optical illusion, dimana bila kita berdiri dari atas, yang terlihat hanyalah bidang datar saja, anak tangganya tidak terlihat. Sebaliknya dari arah bawah, yang terlihat hanya anak anak tangga saja, bidang datarnya tidak kelihatan. 8 anak tangga terbawah tertimbun urugan pada waktu proyek perluasan pelabuhan, sehingga sekarang tinggal 192 tanjakan.

Lebar tangga di paling atas 12.5 meter, sedangkan lebar tangga terbawah adalah 21.7 meter, secara logika tangga ini harusnya terlihat seperti trapezium , tapi dari atas terlihat lebar tangga tidak membesar dibagian bawah sana. Sebaliknya bila berdiri dari bawah, tangga terlihat sangat mengecil keatas, berakhir di patung Richelieu, menimbulkan efek megah…..lagi lagi tipuan optik.

Disamping Potemkin Steps terdapat funicular, kereta shuttle dari atas kebawah, bisa digunakan gratis untuk yang tidak mau pakai tangga.

Pengalaman turun kelihatannya dekat, yang terlihat hanya 10 lapis karena tidak terlihat anak tangganya, tapi kok tidak habis habis , sedangkan waktu naik sepertinya sangat terjal karena yang terlihat 192 anak tangga semua, sama juga rasanya tidak sampai sampai , tapi tidak melelahkan karena ada 20 langkah jalan rata sebelum naik lagi. Seluruh tangga ini terbuat dari granit rose grey, tapi entah kenapa bagian datarnya malah dilapis aspal.

P1080460

Diatas adalah foto bonus, didaerah dekat Potemkin steps. Dari jauh terlihat seperti tampak bangunan asli, setelah dekat ternyata itu hanya layar penutup proyek entah renovasi atau bangunan baru…ketipu lagi.

La Antigua


La Antigua terletak 45 km sebelah barat daya Guatemala City, merupakan kota tertua kedua di Amerika, setelah Veracruz di Mexico.

Kesempatan kesana sudah saya rencanakan dari semula.

Saya tidak mau terlalu mengambil resiko kesana pakai kendaraan umum, berhubung Guatemala agak agak sedikit meragukan dari segi keamanan untuk single traveler.

Saya ambil shuttle bus Guatemala City-La Antigua pp harganya USD58. Beli voucher di hotel.

Berangkat pagi2, dijemput dihotel jam 5 lalu dibawa ke pool shuttle bus. Nama company nya Atitrans.

Lalu di pool saya pindah ke minibus jurusan La Antigua. Tepat jam 6 ,minibus berangkat ke La Antigua. Penumpang lainnya kurang bersahabat, jadi saya tidak dapat kenalan baru dari trip ini.

Perjalanannya cuma sejam, tiba di pool Atitrans La Antigua. Saya ambil peta kota dipool bus, lalu keluar untuk segera jalan2 .

Berhubung masih pagi, jalanan masih sepi. Saya ambil kesempatan itu untuk ngopi di café kecil diseberang kantor shuttle bus. Kebetulan sudah buka dan rotinya masih hangat. Sebetulnya saya masih belum terlalu lapar, karena di hotel sempat dapat early breakfast yang bisa saya pesan malam sebelumnya.

Dari luar café terlihat seperti toko roti kecil, tapi dihalaman belakangnya terdapat taman dan gazebo serta mini gallery kerajinan setempat, dengan kursi2 taman yang cantik ditata dikebun yang ditumbuhi pohon buah Noni, serta tanaman2 rambat yang teduh.

Banyak burung2 yang bertengger dipohon dan berkicau dengan riuhnya..

Setelah puas duduk di cafe, waktunya orientasi kota La Antigua.

Dulu ibukota Guatemala ya di Antigua ini. Setelah kota ini hancur kena gempa thn 1773, ibukota dipindahkan ke Guatemala City th 1776.

Kota ini kecil saja, jalan kaki kemana mana sampai. Jalannya sempit sempit dan semua terbuat dari cobblestone mungkin jalan asli sejak ditemukannya kota ini th 1543 !!

Bangunan bangunan barunya saja sudah tampak tua tua, dan yang disebut bangunan lama terlihat dalam bentuk runtuh separuh bahkan tinggal puing puing. Pantas ini masuk dalam list Unesco Heritage Sites.

Setengah hari jalan kaki keliling kota ini selesai terlihat semua ruins, kebanyakan reruntuhan kapel, gereja dan biara2, termasuk masuk ke beberapa museum dan belanja souvenir di pasar Artesan.

 

Antigua dibuat dengan jaringan jalan berdasarkan arah mata angin, yaitu Ave membentang dari Utara ke Selatan, sementara Calle menghubungkan Barat dan Timur, seperti yang sampai sekarang digunakan dikota kota besar di Amerika lainnya. (Avenue dan Street).

Pusatnya dari Parque Central, atau taman kota. Logikanya gampang diingat: kalau Ave Norte artinya sebelah Utara nya Central Park. Sebaliknya Ave Sur itu Selatan nya Central Park. Itu di peta… kenyataannya nama jalan tidak pernah ditulis diperempatan atau dimanapun diseluruh kota. Jadi harus kita hitung sendiri gang keberapa dari Central Park ..cukup menyesatkan. Calle 1,calle2 calle3 dan seterusnya Poniente atau Oriente nah…Yang ada ditiap dinding bangunan diperempatan jalan cuma tanda ‘UNA VIA’ dan arah tanda panah..saking sempitnya jalan2 tsb kebanyakan one way berlaku untuk kendaraan yang melintas.

Kalau habis motret2 obyek yang bagus dijalan, lupa deh tadi itungannya sudah sampai calle berapa..terpaksa tanya orang hahaaa..

Disini ada juga  bajaj lhooo….tapi saya tidak sempat naik moda itu.

Bus dalam kota nya juga antik, warna warni meriah.

Makan siang saya ayam bakar yang dibubuhi saus green pepper..Manggangnya dipinggir jalan, harumnya mengundang siapa saja yang lewat.

Menjelang sore saya masuk ke pasar souvenir, belanja2 sedikit sambil lihat lihat kerajinan tangan setempat. Tapi saya sengaja tidak mau beli banyak2, sebab besoknya saya rencana ke Chichicastenago, kota lain yang hanya tiap hari Kamis menggelar pasar kerajinan tangan lokal…. Pasti lebih komplit,  murah , orisinil dan lebih heboh.

Jam 5 sore saya sudah mengarah kembali ke pool bus , untuk kembali ke Guatemala City. Tau gitu saya nginap aja disini…suasananya lebih asik ketimbang Guatemala City.

Macchu Picchu


Pagi jam 6.30 saya berangkat ke meeting point bus di samping plaza  San Fransisco, Cuzco.  Udara masih dingin dan kabut masih pekat dipagi itu. Cuzco letaknya di ketinggian 3400m, sehingga napas juga sudah agak agak sulit.

Jam 7 tepat bus berangkat ke stasiun Poroy, kira2 20 menit perjalanan. Stasiun Poroy kecil, dimana kita semua akan naik kereta Perurail Expedition jurusan Aguas Calientes.

Tiket sudah ditangan, harga tiket single journey adalah USD 49. Itu sebetulnya bukan tarip termurah yang saya inginkan. Pembelian online untuk tarip termurah (kereta Inca Trail ) sudah habis terjual sejak 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Dengan nekat saya putuskan nanti beli di Lima atau di Cuzco siapa tahu masih ada tiket murah, ternyata sudah habis juga. Jadi terpaksa saya ambil yg Perurail Expedition. Keretanya lebih mahal dan lebih bagus dari yang saya pakai 4 thn sebelumnya pada kunjungan saya terdahulu ke Macchu Picchu. Yang ini pakai atap kaca dimana kita bisa melihat pemandangan dengan lebih leluasa. Ada lagi kereta lain yang taripnya lebih mahal..aaah…tak perlu lah..

 

Saya dapat tempat duduk di kereta bareng 4 cowo dari Argentina. Ngobrol2lah sama Naccho, yg ternyata arsitek interior juga, dia berbasis di Buenos Aires. Cogan banget, dia mengajari saya menyimpan coca leaves dimulut utk kesehatan dan menambah kekuatan, menurut tradisi di sekitar pegunungan Andes. Mungkin di kita seperti kebiasaan menyirih. Daun coca itu kecil , tipis tapi agak kaku, dan diujung bagian tangkai agak tajam sehingga harus dipatahkan dan dibuang sebelum daun kita letakkan dimulut. Karena terasa aneh dimulut,secara spontan terkunyahlah daun daun itu sehingga terpotong jadi kecil kecil, lalu karena tidak tertelan, daun2 itu saya buang waktu mau menyantap snack yang dibagikan di kereta. Saya heran kok Naccho bisa menelan daun yang kaku itu. Lalu dia menjelaskan daun daun itu bukan untuk ditelan, tapi tetap utuh tersimpan di mulutnya. Caranya dengan menyimpan disisi gigi sehingga menempel dipipi bagian dalam, bisa 5-6 lembar sekaligus . Simpan disitu terus seharian…OK saya coba lagi..minta daun coca yang baru, lalu saya taruh disisi gigi 4 lembar. 

Jam 11 kereta sampai di Aguas Calientes, artinya tempat yang hangat..padahal dingin juga. Aguas Calientes, begitu keluar dari stasiun langsung disambut dengan kios2 artenal souvenier. Jadi ingat lagi dulu juga lewat jalur yg sama. Keluar dari kios2 macam pasar, langsung ambil jalur jembatan, turun kebawah ketempat bus menunggu penumpang. Disana ada booth penjualan tiket bus.

Kita masing2 kemudian beli ticket bus pp harganya 15.50 soles. Naik bus mana saja boleh pokoknya semua bus sama jurusannya. Kira2 20 menit kita sampai di entrance Machu Picchu. Jalan menuju Machu Picchu ber zig zag, jalannya sempit dan masih terbuat dari tanah. Entry fee utk masuk sana 120 soles. Entry fee ini tidak bisa dibeli di tempat. Harus sudah beli di Lima, Cuzco, Aguas Calientes atau tempat2 lain diluar lokasi. Tiketnya pun diberi tanggal dan nama, yang dicocokkan dengan passport di entry gate. Jadi tidak mungkin pakai tiket orang lain atau dating pada tanggal yang beda dengan yang tertera di tiket. Butuh 10 menit untuk antri di toilet, bayar 1 soles untuk dapat selembar tissue, mungkin dinginnya bikin orang pada perlu toilet.
Untuk masuk ke site, kita bisa bergabung ke grup berbahasa Inggris atau Spanyol. Victor Hugo nama local guide yang bawa grupo Ingleso. Di Entry ketemu lagi sama Nacho, minigrup 4 orang dengan 1 guia/guide.
Lalu kita semua berangkat ke plaza observation dimana tempat paling baik utk buat foto, menuju kesana stepnya tinggi2, kira2 30 cm an dan dari batu. Itu merupakan bagian dari Inka Trail yg total panjangnya adalah 42 km mulai dari Sun Temple sampai ruins. Lumayan sesak napas, walaupun situs ini elevasinya lebih rendah dari Cuzco. 2430m !! Udaranya agak lebih hangat karena sudah mulai siang.

Setelah puas foto2 kita diajak ke bagian sacrified temple, dimana ada lubang dibatu utk masuk sinar matahari yang tiap tanggal 21 Juni dan 21 Desember sinar itu tepat jatuh di altar sacrified. Luar biasa… masih akurat sampai saat ini.
Ruinsnya semua sudah tanpa atap, tinggal  dinding penyangga2nya saja. Tempat ini ditemukan pertama kali 100 thn yg lalu oleh Hiram Bingham, orang US. Namanya kemudian dipakai untuk kereta executive mahal dari Cuzco ke Macchu Picchu. Ruins yg kita lihat adalah rural, rumah tinggal, Condor temple dimana ada kepala, leher putih dan sayap besar. Semua susunan batu disana dibuat dengan system interlock dan membuat dinding dengan kemiringan 3-6° dan utk antisipasi terhadap gempa.

Mereka juga menghindari tingkat lebih dari 2, untuk alasan yang sama.
 
Tempat lain yang ditunjukkan adalah tempat pemulihan tenaga (Power recovery). Disana ada batu granit besar yg mengandung quarzate dipercayai dapat memulihkan tenaga. Betul saja waktu tangan kita meraba batu itu ditempat tertentu terasa ada setrumnya. Buru2 saya menjauh, takut jam tangan rusak kena medan magnet atau listrik atau apapun lah..
Dari batu granit besar, kita dibawa ke storage (tempat mereka menyimpan bahan makanan) berupa bangunan yg masih ada atap straw nya.
Selesai sudah rangkaian kunjungan ke kompleks Machu Picchu.
Setelah bubar, boleh ambil jalan pulang masing2, boleh istirahat atau ambil foto2 disekitar situs, tapi tidak boleh berjalan balik melawan arah tanda panah. Begitu rapih dan jelas peraturannya sehingga tertib. Bisa dimengerti sebab ditempat tempat tertentu tangga batunya sangat sempit dan berbahaya, apalagi kalau digunakan untuk sirkulasi 2 arah..bisa jatuh ke jurang atau ke batu batu dibawah. Di pos keluar Machu Picchu saya minta stempel peringatan 100 th Machu Picchu, distempel di passport lengkap dengan tanggal kunjungan. Ooo….kesempatan langka yang membanggakan. Disepanjang tahun 2011 itu saja semua pengunjung dapat stempel khusus.
Setelah dapat stempel langsung ke pangkalan bus didepan entrance, naik bus yang mana saja boleh…semua jurusan Aguas Calientes .
Di Aguas Calientes, saya cari resto Hanaqpacha untuk dapat free lunch, paket dari tiket kereta.
Restonya agak jauh, sejajar sama rel kereta. Tempatnya lumayan bagus, lunchnya juga oke banget. Saladnya macam2, ada tomat ditabur daun2an dan olive oil. Ada bloemkol, pastel renyah. Lalu main dishnya ada nasi, spaghetti, chicken carbonara, chicken a la parilla, daging semur..pokoknya enak2.
Desertnya juga kue2 manis2, kecuali ada lapis 4 warna yg rasanya kayak kue talam. Ada cake isi nut+cream, ada pudding manis, ada buah asem banget.
Tentunya ada juga coca matte. Minuman wajib di Peru..daun coca lagi.
Setelah kenyang, langsung ke stasiun lagi, naik tangga menuju ke pasar untuk belanja2 souvenir, oya lewat jembatan gantung dulu. Jam 16.43 kereta berangkat ke Poroy, di kereta dapat lagi minuman panas, snack yg isinya pretzel dan coklat. 
Sampai Poroy sudah jam 20.30 dijemput sama bus yg tadi pagi antar kita ke stasiun. Di drop di plaza San Fransisco lagi, lalu saya jalan jalan di plaza d Armas.
Dari Plaza d Armas naik taksi ke hotel, 3 soles..padahal dekat aja,tapi takut karena jalannya sudah sepi.
Coca leaves ternyata masih dimulut, padahal saya sudah lunch..sudah makan snack di kereta…hahaaa…saya sudah berhasil jadi Andean, betul manjur juga rupanya coca leaves..saya tidak berasa cape atau pegal2 padahal seharian manjat2 batu di Macchu Picchu.. besok besoknya saya selalu cari coca leaves yang umum disediakan dikeranjang kecil dimeja meja resto bareng merica dan garam. Baru tahu khasiatnya dan ketagihan..