Kartu Pos dan Kantor Pos

20150408_120413Edit

Traveling saya sekarang bertambah target. Karena saya mendapat teman-teman baru, diantaranya postcrosser, maka saya selalu menyempatkan diri membeli kartupos, kemudian mengirim dari sana. Masalahnya tidak semua penjual kartu pos menjual perangko. Jadi saya juga harus mencari kantor pos.

Ada banyak serba serbi soal mendapatkan kartupos. Disatu sisi, mencari selembar kartupos buat teman, merupakan keasikan tersendiri. Saya selalu berusaha membeli yang bagus, unik dan mewakili tempat yang saya kunjungi. Tidak sembarangan, kalau bisa dapat yang bagus dan tepat untuk teman yang saya tuju, menimbulkan kepuasan tersendiri.

Ada kalanya saya menemui kesulitan dalam mendapatkan kartupos yang tepat. Biasanya saya membeli minimal 4 lembar kartupos ,  dengan gambar yang masing masing berbeda. Hanya kalau terpaksa bila tidak ada pilihan lainnya, saya membeli gambar yang sama. Dan hanya bila terpaksa saya membeli dikantor pos, yang umumnya tidak memiliki banyak pilihan.

Ada cerita sendiri tentang hunting kartupos. Saya baru sadar belum membeli kartupos ketika malam hari di Bratislava, padahal keesokan harinya saya sudah berangkat ke kota lain. Setelah ber tanya2 kepada orang lokal, saya mendapat info kantor Bratislava buka sampai malam, luarnya biasa biasa saja tapi  interiornya keren.. disana jual kartupos juga. Yaa..tersampaikan juga niat mengirim kartupos ke teman2 postcrosser.

Yang bikin senewen adalah saat saya mencari lokasi kantor pos di Chisinau (Moldova). Di peta yang saya pegang, tergambar letak kantor pos begitu mudah di tepi jalan besar di pusat kota yang segitu-gitu saja. Tiga kali lebih saya bolak balik di sekitar situ, tidak ketemu tanda tanda kantor pos. Ketika saya hampir putus asa, tanpa sengaja saya masuk ‘toko’ yang sedang promo alat alat elektronik. Tanpa disangka itulah kantor pos nya. Hari Minggu buka. Ohlala…. di lobby kantorpos ada kegiatan komersial. Pantas saya mondar mandir tidak ketemu.

Post Office Chisinau

Kantor pos di Chisinau, tidak ada signage POST,POSTA atau mirip miriplah. Foto  dari google map

Pengiriman postcard dengan cara unik adalah ketika saya ingin mengirim dari Transnistria, negara yang belum diakui. Berhubung visa masuk ke Transnistria hanya berlaku 1 hari, waktu saya untuk explore Transnistria sangat terbatas, otomatis saya tidak cukup waktu untuk mencari postcard. Apa yang saya lakukan adalah minta tolong orang hostel yang pada waktu ngobrol2 ketahuan bahwa dia sering ke Transnistria untuk mengantar tamu. Untuk mengurangi resiko salah tulis alamat, karena mereka menulis menggunakan abjad Cyril, maka saya menuliskan alamat masing masing tujuan, berikut salam yang akan saya sampaikan, diatas kertas dengan tulisan tangan saya.

Kemudian saya menitipkan sejumlah uang untuk membeli postcard dan perangko, lalu saya memberikan kertas kertas yang sudah saya tuliskan tsb, tinggal ditempel ke kartupos. Apa boleh buat untuk saat itu tidak ada kesempatan bagi saya untuk memilih sendiri kartupos untuk sobat sobat postcrosser . Cukup salut untuk person yang saya titipi tersebut. Misi saya tercapai , teman teman yang saya kirimi menerima kartupos kartupos tsb 3 bulan kemudian.

Ada kantorpos jenis keliling yang saya temui di pusat kota tua Krakow. Kantor pos nya berbentuk charriot antik, dimana mereka menjual kartupos dan perangko, sekaligus ada kotak posnya.

IMG_1751

Kantor pos keliling di Old Town Square Krakow

Kantor pos paling shocking adalah di Rovaniemi, desa kecil di Finlandia tengah yang memproklamirkan diri sebagai desa asal usul Santa Claus. Perangkonya bertema Santa klaus, postcard yang dijual juga bergambar Santa Claus. Bisa juga kita berfoto dengan Santa Claus, kemudian dicetak di kartupos, tapi m a h a l… Suatu saat saya akan kesana lagi dibulan Desember supaya terasa sukacita jaman masih kecil, dimana Santa Claus adalah makhluk idaman di musim Natal, ditambah suasana bersalju di atap atap bangunan wow..pasti sangat memukau. Sekaligus mengirim kartupos kerumah..cita cita…

Pengalaman lain berkaitan dengan kantor pos adalah ketika saya ada keperluan mengirim paket ke Amsterdam, karena barang bawaan saya sudah terlalu berat disetengah perjalanan. Waktu itu saya sedang ada di Sarajevo, kebetulan kantor pos terlihat dari terminal bus, tempat saya pertama menginjakkan kaki dikota Sarajevo. Walaupun ada kendala bahasa, prosedur dapat dilalui. Mereka punya modul modul box untuk paket, bisa memilih yang besarnya kira kira sesuai dengan kebutuhan kita. Box yang saya pakai tidak terlalu besar, tapi muat barang2 saya sebanyak 7 kg an. Isinya adalah oleh oleh seperti T Shirt,  pernak pernik dan cinderamata yang akan dibawa pulang ketanah air.

Untuk mengurangi beban perjalanan, saya kirimkan dulu sebagian barang barang ke alamat teman yang tinggal di Amsterdam, karena nantinya saya akan kembali ke tanah air dari Amsterdam. Sayangnya sovenir berupa magnet tidak boleh dimasukkan, takut ditolak ketika di scan, ya sudah ikuti saja peraturannya. Sambil berdoa semoga paketnya sampai dengan selamat di Amsterdam. Sarajevo ..agak agak sedikit meragukan, tapi ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti. Mereka menjanjikan paket akan tiba sekitar 2 minggu, pada kenyataannya 5 hari kemudian teman saya mengabarkan bahwa paket sudah tiba dengan selamat. Puji Tuhan….

Begitulah  kartupos dan kantorpos yang sekarang juga saya nikmati .

H E L P

Barangkali ada yang tinggal di US mau pulang ke Indonesia, kurang koper untuk dimuatin oleh-oleh buat yang di tanah air…bolehkah minta tolong dibawakan koper lipat idaman saya ini? Ukuran cabin, boleh dipakai dan diisi barang-barang sesukanya untuk perjalanan ke Indonesia. Nanti saya beli online, lalu sampai Jakarta saya ambil . Ga perlu buru2 sih…Beneran hopeless dapetin yang beginian di Jakarta, warnanya ga ada yang cocok. Bukan di Jakarta aja, Singapore, Kuala Lumpur dan Bangkok juga ga punya stock warna navy. Ini  ringan , bisa dilipat jadi tipis, kalau traveling bisa dimasukkan dalam koper besar, buat cadangan belanja tak terduga, lalu penyimpanannya juga ringkes ga makan tempat. Lihat sendiri deh bentuknya .. Atau kalau ada yang pernah lihat ginian persis sama boleh infoin ya, jangan diem-diem ikutan beli.

PS:  sudah coba bistip belum ada yang repons juga  😦

Konyolnya baru lihat model yang ini setelah beli koper cabin baru belum genap seminggu. Koper cabin size yang saya beli sebetulnya ideal sekali buat trip pakai LCC tanpa beli bagasi, sudah pakai double zip yang katanya anti maling. Ukurannya maksimal kalau rodanya dilepas. Mantap kan? Buat trip 2 minggu muat bangetlah segitu. Setelah dipandang-pandang kok modelnya terlalu formil kalau diajak jalan-jalan masuk keluar hostel. Jadi bimbang mau diapain koper ini. Paling-paling nanti kepakenya buat kalau ada undangan teman mantu diluar kota, mentoknya cuma nginap 2 malam tapi perlengkapan kondangan volumenya bisa sama dengan kebutuhan trip 2 minggu. RALAT:  ini sudah ada yang bersedia nerima hibah..

Ngarep sepenuh hati ada yang baca ini dan pas bisa nolong.. salam….  🙂

Gagalnya sebuah perjalanan

Kata siapa kalau perjalanan yang sudah direncanakan matang harus selalu lancar sukses mencapai target. Setidaknya tercatat ada 2 perjalanan saya yang -gagal total berantakan bikin jengkel tingkat dewa- bahkan sampai harus reschedule , tiket hangus dan mesti beli ulang.

COLOSSUS-OF-RHODES

Pertama : Gagal mengunjungi Rhodes di Cyclades Yunani, gara gara salah tafsir tanggal. Ini terjadi waktu saya keliling pulau2 di Yunani, sudah direncanakan sedemikian rupa supaya efektif tidak buang waktu, cari tiket ferry yang paling murah dengan konsekwensi jadwal yang cuma sehari sekali berangkatnya, malahan hari-hari tertentu saja. Tidak disemua pulau saya menginap, hanya di 2-3 pulau asik , beberapa pulau lainnya saya kunjungi tanpa menginap. Di Mykonos, Crete dan Santorini saya menginap 1-2 malam, pulau Naxos dan Rhodes cuma mampir karena ga mau rugi lantaran belum pernah kesitu.

Jalur kapal, boat, ferry ada banyak macam, company nya juga beda beda, termasuk  variasi harganya tergantung  cepat atau lambat (tapi tidak ada yang murah untuk kantong saya), dengan susah payah saya bisa mendapatkan tiket tiket yang sesuai dengan keinginan . Cari yang pas juga sulitnya minta ampun, hampir semua websitenya tidak menggunakan bahasa Inggris,  huruf alpha omega semua !! Ngerti yang ini, lupa yang tadi..cocok sampai jalur situ, tidak ada kapal jalur ke pulau berikut yang saya tuju, ulang lagi dari mula, harus ditukar urutannya. Urutan, harga sudah cocok, eh ..jamnya kurang ideal.

Makan waktu 3 hari sendiri untuk merancang rute, harga dan waktu yang betul betul pas. Rencana sudah mantap, bisa gagal dimananya? Teledor aja karena keasikan main. Kejadiannya begini…saya tiba di Fira tanggal 4 April, begitu sampai di terminal bus yang membawa saya dari pelabuhan, langsung saya menanyakan jadwal bus ke pelabuhan untuk lusa, tgl 6 dimana saya harus berangkat ke pulau Rhodes. Jadwal bus ke pelabuhan ditulis pakai bolpen tertera bus terakhir untuk tanggal 5 April adalah jam 9 malam. Saya tanya jadwal untuk tanggal 6 April mana? Mereka jawab suruh lihat besok…kok aneh, jadwal ditulisnya perhari. Ya sudah, besok saya akan kembali ke terminal untuk lihat jadwal, toh pasti besok saya kesana lagi untuk naik bis ke Oia, kota lain dipulau itu.

Setelah menyimpan koper di hotel, saya jalan jalan di kota Fira sepuas puasnya. Besoknya pagi pagi saya berangkat ke Oia naik bus, tidak lupa di terminal saya menanyakan jadwal bus untuk tanggal 6 April, ternyata keberangkatan bus  yang  paling akhir jam 5 sore. Ya sudah, terpaksa besok saya harus naik taxi ke pelabuhan, masa saya harus menunggu 4-5 jam di pelabuhan sebelum kapal berangkat tengah malam. Jarak kota ke pelabuhan tidak terlalu jauh juga, naik bus cuma 15 menit. Sanggup lah bayar taxi.

Seharian itu saya bersenang senang di Oia desa cantik diatas tebing menghadap laut, dengan rumah bersusun susun serba putih. Puncaknya adalah melihat sunset yang menghadap ke gunung volcano…hari yang sempurna. Besok paginya tgl 6 ketika saya sarapan, ada sms masuk yang beritanya ‘anda sudah bisa web chek-in untuk penerbangan Rhodes-Athena 6 April jam 20.00’….., bingung..lha sekarang masih di Fira. Naaaah..tragedi dimulai. Langsung saya cek tiket boat dan tiket pesawat. Ohalaaaa…ternyata tiket boat saya betul berangkat dari Fira tgl 6 April tapi jam 00.50 dan tiba di Rhodes jam 9.00 pagi. Jadi seharusnya saat itu saya sudah tiba di Rhodes, jadi sebetulnya tadi malam saya tidur di boat, jadi nanti malam saya sudah terbang ke Athena…haiissssh…..hangus deh tiket boat 39 Euro.

Sudah hilang kesalnya, saya harus segera bertindak mau bagaimana..cari tiket pesawat ke Rhodes jamnya sudah mepet, ga mungkin lagi…rela ga rela saya harus beli tiket langsung ke Athena supaya tidak rugi lebih parah. Skip deh Rhodes, padahal saya ingin melihat bekas Colossus, yang sudah runtuh kapan kapan. Mungkin nanti saya harus kesana lagi kalau patung Helios sudah jadi. Lah namanya traveling, kadang ada juga melesetnya. Hangus tiket boat Fira-Rhodes, hangus tiket pesawat Rhodes-Athena, hangus hostel di Rhodes..walaupun saya tidak menginap di Rhodes, tetap saya booking hostel rencananya hanya untuk titip koper selama jalan jalan sekian jam, berhubung pelabuhannya tidak punya penitipan koper. Total kerugian 150Eur…jreeeeng.

Keukenhof

Kedua: Gagal reuni sama temen temen di Keukenhof. Ini konyol gara-gara telat bangun sehingga ketinggalan pesawat ke Amsterdam. Jauh jauh hari sebelum berangkat, saya sudah kontak teman yang di Belanda mau ketemuan ditanggal yang sudah disepakati bersama, di Keukenhof. Saya belum pernah lihat tulip disana, dan pas lagi musimnya…jadi cita cita bisa foto2an ditaman tulip. Sebetulnya cuma dengan 2 orang teman yang sudah tinggal puluhan tahun disana, satu teman SD dan satu lagi teman kuliah. Malahan kita sudah masing2 beli tiket masuk ke Keukenhof, supaya tidak pake antri.

Mereka akan berangkat dari kediamannya masing masing, saya berangkat dari Berlin ke Amsterdam pagi pagi, lalu dari Schiphol naik bus langsung ke Keukenhof, saya sudah beli tiket online yang paketan untuk masuk taman berikut tiket bus nya pp. Dasar sama sekali tidak berjodoh sama tulip, betul betul batal berantakan rencana itu. Di pagi keberangkatan, saya terbangun jam 6, sementara jadwal pesawat take off jam 6.30. Alarm yang saya pasang jam 4 pagi..bablas tidak terdengar. Padahal hari-hari kemarinnya selalu saya terbangun 5-10 menit sebelum alarm bunyi.

Aneh kan??..Malam sebelumnya saya sudah pesan taxi, tapi kenapa pintu saya tidak digedor ya? Kalau tidak salah kamar hotelnya tanpa telepon, ya maklum hotel paling murah yang saya pilih. Ketika saya tanyakan ke receptionist, mereka bilang tadi ada taxi orderan datang jam 5, tapi pergi lagi …mereka tidak tahu siapa yang memesan. Yah nasib..walaupun sadar saat itu sudah tidak akan terkejar, tetap saya kabur ke airport yang jaraknya cuma 5 menit naik taxi .

Sambil menunggu order taxi ulang,  5 menit saya gunakan untuk dandan kilat, juga tak lupa berdoa semoga pesawatnya delay. Doa saya tidak berkenan..pas tiba di airport, pesawatnya sudah babayyyy… Urusan tiket hangus tidak begitu saya pikirkan, pasti akan ada jalan keluar berhubung sudah sering juga ketinggalan pesawat. Yang saya pikirkan adalah 2 teman lain yang sudah sepakat bakal ketemu bareng…kecewanya pol.

Ketika akhirnya saya telfon salah satu teman untuk mengabarkan saya ketinggalan pesawat, dia sudah siap2 berangkat ke Keukenhof, bahkan  sudah menyiapkan bekal sandwich untuk sarapan saya…duh terharu. Saya sudah ingin beli tiket flight berikutnya, tapi penerbangannya cuma ada sehari sekali. Tiket ke kota lain yang dekat2 Amsterdam juga tidak ada. Teman saya usul agar segera naik kereta. Wah..engga deh..kemarinnya saya ke kota naik kereta, pas jalurnya ada yang ditutup, sehingga harus stop di stasiun anu, turun lalu disuruh sambung dengan bus nomer segini sampai setasiun berikutnya untuk bisa naik kereta lanjutan.

Busnya gratis, tapi jalan dari setasiun ke bus stopnya memotong taman yang luas dengan jalanan setapak dari kerikil. Tobat kalau harus nyeret koper diatas kerikil segitu jauh…bisa bisa rodanya tamat sebelum jalan kerikilnya selesai. Akhirnya saya balik check-in ke hotel yang sama setelah membeli tiket  penerbangan di jam yang sama untuk besoknya,  lalu besok sorenya saya sudah harus terbang ke Indonesia. Ini lebih besar lagi ruginya..dobel tiket pesawat, hilang bookingan hotel semalam di Amsterdam, bayar semalam lagi hotel di Berlin, hilang tiket Keukenhof, batal ketemu teman lama. Jengkel..jelas. Kapok? Engga juga tuh..itulah bagian dari suka duka perjalanan..halaaaah.

Booking akomodasi online dengan segambreng kejutan.

Booking akomodasi online dapat harga murah? Harus siap terima banyak kejutan . Gambaran yang diberikan pihak penyedia akomodasi di website adalah kelebihannya bahkan kadang dilebih lebihkan, sedangkan kekurangannya cenderung disembunyikan. Contoh kelebihan : lokasi bagus ditengah kota atau di tepi jalan, dekat dengan tourist attraction , dekat halte bus atau station metro. Nah kalau di lokasi bagus biasanya lahan mahal, tidak jarang akomodasi murah letaknya ada di lantai 3 bahkan lantai 4.   Hal seperti ini yang kadang tidak disebutkan. Naik tangga 4 lantai sambil membawa ransel atau duffel, sengsara yaaa… Bahkan tidak jarang tangga menuju ke lantai hostel tersebut spooky…..Kalau  letaknya  ada di dalam old city atau old quarter bangunannya pasti tua, jarang yang pakai lift. Bahkan untuk mencapai penginapan harus siap jalan kaki sambil geret2 koper di jalanan dalam kota, yang bebas kendaran. Nah untuk mengakali hal hal seperti ini biasanya saya menuliskan di kolom message bahwa saya minta kamar di lantai dasar, dan selalu ampuh untuk minta kompensasi minimal dibantu membawa duffel  sampai ke lantai 4 .

20150419_193020

‘Hanya’ melewati 4 bordes sampailah di Hotel saya di Stari Grad Dubrovnik, pintunya pas hitungan anak tangga batu ke 53.

Kompensasi lain yang saya dapatkan ketika pihak hostel tidak punya jenis kamar yang saya pesan di lantai dasar atau lt 1, mereka memberikan kamar apa saja yang ada di lantai dasar , biasanya memang lebih bagus dan mahal taripnya. Di kota Kotor, Montenegro saya mendapatkan kamar double bed, 2 kamar mandi , 1 ruang tamu dengan sofa bed merangkap kitchenette ada microwave, water kettle listrik,  kompor dan bak cuci piring. Bisa buat tidur 4 orang..tapi saya pakai sendirian dan bayarnya tetap harga kamar single standard sesuai permintaan, itu enaknya kalau ngetrip diluar peak season.

Kejutan lain adalah ketika saya check in di hotel murah tapi letaknya strategis dijalan raya dikota Thessaloniki, Yunani. Dengan tarip dibawah hotel tanpa bintang, saya ditempatkan di suite room yang luasnya satu lantai full.  Lift nya khusus ke lantai paling atas , sofa ruang tamunya serius full accesories dengan bantal bertumpuk tumpuk lengkap dengan rumbai rumbai dan cangkir tehnya dari perak. Toiletnya luas, bathtubnya pake whirlpool , amenitiesnya juga lengkap termasuk loose powder dan body lotion, handuknya ada 5 ukuran . Tempat tidurnya super besar . Teras balkonnya luas, bisa buat buka 2 meja pingpong tambah 1 meja bilyard. Sayang udara luar tidak memungkinkan saya menikmati teras  yang luas itu dengan nyaman, karena sangat dingin dimalam dan pagi hari. Breakfast lengkap dikirim ke kamar dengan trolley, seperti di film film . Usut punya usut ternyata hotel mewah itu sedang direnovasi, kebetulan saat itu ruang makannya sedang diperbaiki, sehingga breakfast tamu dikirim ke kamar masing masing. Pantesan tarip hotelnya juga super murah.

Kejutannya kadang enak, tapi juga bisa sangat tidak enak.

Study Banding

Dulu dulu tidak pernah terpikir bahwa saya akan kembali mengunjungi satu tempat berkali kali, karena sekali saja sudah menghabiskan banyak biaya. Ternyata setelah sekian tahun berjalan, bisa saja terjadi saya tiba ditempat yang sama, entah karena jalurnya -sekalian lewat- atau -yang murah lewat situ-.

Secara tidak disengaja pula saya menemukan beberapa foto ditempat yang sama, dikesempatan yang berbeda, tahun yang juga beda.

Eur banding3

Di Lion Monument Lucerne, selang 15 tahun singanya masih tetep tidur.

MAPI2

Machu Picchu-Peru, tahun 2006 dan 2011

MAPI3

Di Machu Picchu, ditempat yang sama dan posisi yang sama

Eur banding2

Selang 13 tahun ditempat itu saya berfoto lagi-Innsbruck

Eur banding1

Beda jauh ..13 tahun lebih tua…Salzburg

Sebetulnya ada banyak tempat lagi yang pernah saya kunjungi lebih dari sekali, tapi  tidak ketemu foto yang diambil tepat ditempat yang sama. Biasanya di kota kota transit, seperti LA, San Francisco, Amsterdam, Mexico City.

Perayaan Jumat Agung di pelataran gereja

P1040146Ini salah satu pengalaman yang sedikit berbeda dari yang saya bayangkan. Good Friday atau Jumat Agung di Christchurch diawali dengan keliling main square sekitar Cathedral untuk mencari money changer, berhubung saya kehabisan uang lokal. Agaknya saya terlalu pagi sehingga kiosnya belum buka, sambil harap harap cemas semoga  mereka buka walaupun hari libur. Didepan Cathedral sudah tersusun kursi lipat menghadap mimbar kecil , panggung pemusik dan juga salib dibelit selendang. Latar belakangnya adalah tampak muka Cathedral yang berkali kali runtuh karena gempa. Misa digelar dilapangan luar sepanjang pagi sampai siang, dengan banyak pastor berkhotbah bergantian diselingi musik, choir dan penyanyi yang beda beda juga. Ada pastor dengan gaya berapi api, ada juga yang lemah lembut kata katanya seperti berpuisi. Semua memberitakan puncak penderitaan Tuhan Yesus diatas kayu salib sebelum akhirnya mati. Saya mengikuti satu khotbah, berdoa .. kemudian jalan jalan disekitar Cathedral , begitu pula dengan pengunjung yang lain. Selama acara berlangsung, yang sedang ibadah dapat melihat turis  keluar masuk Cathedral seperti hari hari biasa.

Jumat Agung tahun ini akan saya rayakan di Cyclades Yunani. Sebetulnya saya  ingin menjalani Minggu Palem (seminggu sebelum hari Paskah) disana, cuma agak sedikit meleset. Entah bentuk perayaannya nanti seperti apa, pasti nuansanya beda.

Wish List 2015

wishlist 2 -2015Tahun baru, semangat baru dan tentunya harapan baru. Semangat dan harapan saya tetap sama, mengunjungi tempat tempat baru dipelosok dunia, dan untuk menunjang itu tentunya adalah harapan akan kelancaran pekerjaan, sehingga target bisa terlaksana dengan sukses. Pastinya ada semangat dan harapan2 dibidang rohani, sosial dan pribadi. Tapi di sini khusus urusan traveling. Disusul dengan ulang tahun di awal tahun yang baru, boleh dong punya harapan ada yang memberi hadiah tidak meleset dari apa yang saya butuhkan. Semangat traveling diawali dengan membongkar koleksi perlengkapan bepergian yang selama ini terlihat membosankan, terutama didominasi warna warna aman seperti coklat, hitam dan krem. Rasa rasanya perlu penyegaran, dan untuk serentak mengganti seluruhnya, pasti butuh dana tidak sedikit. Koper utama (110L) perlu diganti,  tetap harus berwarna gelap, pertimbangannya adalah explore durasi panjang termasuk ke daerah2 pelosok prinsipnya  tidak boleh terlihat mencolok, supaya tidak mengundang gangguan atau kejahatan. Yang lebih kecil untuk durasi  pendek boleh warna terang, biasanya jarak dekat. Kali ini saya memilih Osprey, ringan, bentuknya ramping dan simpel.

wishlist 1-2015wishlist 4-2015Lanjut ke jaket, ini adalah warna warna cerah yang saya belum punya. Terima kasih AS, teman SMP yang janji mau memberikan down jacket warna ini untuk hadiah ulang tahun. Semoga ada yang bermurah hati memberi lainnya.. Sepatu rasanya juga perlu punya  warna warna pastel seperti ini…mudah mudahan. Atau kalau tidak mau repot, voucher MAP juga menyenangkan..beberapa teman memilih ini.

wishlist 3-2015

Salah satu travel essential yang sangat saya inginkan adalah handuk microfiber ukuran Medium. Ukuran itu paling pas buat dibawa pergi , sayang sudah berpuluh puluh duty free di bandara manca negara dan mall2 dalam negeri saya acak acak, tidak pernah dapat. Kali ini DS, teman SMP dan sepelayanan di gereja berniat mencarikan ini, mudah mudahan dia berhasil. Lebih baik kalau sudah termasuk kantong jaringnya biar aman masuk mesin cuci. Lainnya adalah foot rest dan bantal leher untuk kenyamanan terbang belasan jam. Kaos kaki terbang saya sudah punya 2 pasang, kalau ditambah foot rest rasanya terbang bakal lebih nyaman buat kaki. Bantal leher saya sudah punya beberapa buah, tapi tidak ada yang benar2 nyaman. Selama ini saya selalu memilih jenis yang ditiup, biar tidak makan tempat, tapi selalu bocor, kadang katupnya bisa terbuka sendiri sewaktu dipakai..ujung ujungnya menjengkelkan. Entah yang satu ini kelihatannya unik karena menyatu dengan tutup kepala, jadi ingin coba yang seperti itu. Satu lagi adalah pengaman tambahan untuk pintu kalau tidur di hotel atau  kamar privat hostel. Bentuknya kecil, tapi bisa mengganjal pintu dari dalam, karena dikaitkan ke lubang kunci pintu. Systemnya lumayan menjanjikan, kalau didobrak minimal daun pintunya yang berantakan atau kusennya jebol. Kalau tidak ada yang memberi, nanti saya beli online, rasanya perlu.

wishlist 5-2015Kemudian ada lagi yang selalu diperlukan dan serius saya koleksi adalah Lonely Planet. Judul2 itu belum saya miliki, barangkali ada yang punya dan sudah tidak mau menyimpan, lebih baik diberikan ke saya. Pasti akan diperlakukan sama hormatnya dengan yang baru. Di Indonesia agak sulit menemukan koleksi LP ini . Dua tahun lalu, DS sobat saya yang tadi disebut diatas berhasil mendapatkan LP yang saya inginkan selang sekian bulan setelah ulang tahun. Gigih dia memesan entah darimana, saya salut untuk dia dan cinta berat dengan edisi tersebut.

Jadi yang mana pilihan kado anda untuk saya?