Booking akomodasi online dengan segambreng kejutan.

Booking akomodasi online dapat harga murah? Harus siap terima banyak kejutan . Gambaran yang diberikan pihak penyedia akomodasi di website adalah kelebihannya bahkan kadang dilebih lebihkan, sedangkan kekurangannya cenderung disembunyikan. Contoh kelebihan : lokasi bagus ditengah kota atau di tepi jalan, dekat dengan tourist attraction , dekat halte bus atau station metro. Nah kalau di lokasi bagus biasanya lahan mahal, tidak jarang akomodasi murah letaknya ada di lantai 3 bahkan lantai 4.   Hal seperti ini yang kadang tidak disebutkan. Naik tangga 4 lantai sambil membawa ransel atau duffel, sengsara yaaa… Bahkan tidak jarang tangga menuju ke lantai hostel tersebut spooky…..Kalau  letaknya  ada di dalam old city atau old quarter bangunannya pasti tua, jarang yang pakai lift. Bahkan untuk mencapai penginapan harus siap jalan kaki sambil geret2 koper di jalanan dalam kota, yang bebas kendaran. Nah untuk mengakali hal hal seperti ini biasanya saya menuliskan di kolom message bahwa saya minta kamar di lantai dasar, dan selalu ampuh untuk minta kompensasi minimal dibantu membawa duffel  sampai ke lantai 4 .

20150419_193020

‘Hanya’ melewati 4 bordes sampailah di Hotel saya di Stari Grad Dubrovnik, pintunya pas hitungan anak tangga batu ke 53.

Kompensasi lain yang saya dapatkan ketika pihak hostel tidak punya jenis kamar yang saya pesan di lantai dasar atau lt 1, mereka memberikan kamar apa saja yang ada di lantai dasar , biasanya memang lebih bagus dan mahal taripnya. Di kota Kotor, Montenegro saya mendapatkan kamar double bed, 2 kamar mandi , 1 ruang tamu dengan sofa bed merangkap kitchenette ada microwave, water kettle listrik,  kompor dan bak cuci piring. Bisa buat tidur 4 orang..tapi saya pakai sendirian dan bayarnya tetap harga kamar single standard sesuai permintaan, itu enaknya kalau ngetrip diluar peak season.

Kejutan lain adalah ketika saya check in di hotel murah tapi letaknya strategis dijalan raya dikota Thessaloniki, Yunani. Dengan tarip dibawah hotel tanpa bintang, saya ditempatkan di suite room yang luasnya satu lantai full.  Lift nya khusus ke lantai paling atas , sofa ruang tamunya serius full accesories dengan bantal bertumpuk tumpuk lengkap dengan rumbai rumbai dan cangkir tehnya dari perak. Toiletnya luas, bathtubnya pake whirlpool , amenitiesnya juga lengkap termasuk loose powder dan body lotion, handuknya ada 5 ukuran . Tempat tidurnya super besar . Teras balkonnya luas, bisa buat buka 2 meja pingpong tambah 1 meja bilyard. Sayang udara luar tidak memungkinkan saya menikmati teras  yang luas itu dengan nyaman, karena sangat dingin dimalam dan pagi hari. Breakfast lengkap dikirim ke kamar dengan trolley, seperti di film film . Usut punya usut ternyata hotel mewah itu sedang direnovasi, kebetulan saat itu ruang makannya sedang diperbaiki, sehingga breakfast tamu dikirim ke kamar masing masing. Pantesan tarip hotelnya juga super murah.

Kejutannya kadang enak, tapi juga bisa sangat tidak enak.

Serunya bermalam di Riad

RoomRiad

doc. Bahia Salam

Riad adalah penginapan model rumahan. Yang saya pernah tinggal adalah di Maroko, di kota kota Marrakech, Fes, Meknes dan Rabat. Hotel juga ada disana, tapi letaknya diluar Medina (Old City) sementara saya lebih suka menikmati suasana medina ditiap tiap kota di Maroko minimal disekitarnya. Bentuknya seperti apa? Ya seperti rumah tinggal tapi memang sudah dibuat dengan tata ruang untuk penginapan.  Dekor dan suasana didalam bernuansa tradisional.  Riad yang ada didalam medina, berhubung jalannya sempit sempit, kadang ada yang tidak bisa dilalui mobil, pintu entrancenya seperti pintu rumah biasa. Keterbatasan lahan juga tidak memungkinkan ada halaman. Yang unik, ditiap Riad dan hunian biasa pasti ada air mancur (bervariasi besar atau kecil)  ditengah inner court, dikelilingi deretan ruangan ruangan. Jangan bayangkan halaman tengah itu luas seperti taman, kadang kecil saja sebesar ruang tamu tapi langit langitnya tinggi, setinggi bangunannya . Kalau bangunannya 5 lantai, ya tembus 5 lantai, walau kadang diberi atap dipaling atas. Fungsinya untuk memasukkan cahaya dan udara dari atas.

Di Riad riad yang pernah saya tinggali, receptionist tidak menjadi fokus utama, letaknya bisa disamping atau dipinggiran ruangan. Ruang luar diatap biasa dipakai untuk fasilitas ruang makan,  kadang dengan tenda tenda berdekor maroko, atau untuk breakfast beratap langit. Bahkan  ada yang punya fasilitas kolam renang diatap.

Ruang tidurnya seperti hotel , punya kamar mandi sendiri dengan aksesori pernak pernik lokal. Dekornya ramai dengan corak dekoratif geometris bentuk bintang, warna warni ceria dan rumbai rumbai serasa hidup didunia seribu satu malam.

Pemilik Riad di Fes tempat saya bermalam , tinggal disitu juga. Malam2 waktu saya sedang mengobrol dengan mereka, terdengar ramai diluar sana. Percakapan yang agak aneh mengingat si juragan menjelaskan dalam bahasa Arab campur Perancis dan Sepanyol ketika saya bertanya mereka sedang apa dalam bahasa Inggris. Ternyata anak2nya sedang menghias mobil pengantin dengan bunga plastik, pita, balon2 dan petasan renceng untuk sanaknya diluar kota  yang besok akan melaksanakan pernikahan. Kemudian dengan susah payah karena keterbatasan bahasa , saya minta diajak  ikut rombongan mereka kerumah pengantin perempuan, yang malam itu  sedang merayakan midodareni. Meriah, banyak sekali makanan minuman dan mereka menari nari diiringi musik tradisional. Sayang  tidak bisa ikut upacara adat sesungguhnya, karena menjelang subuh saya minta diantar pulang ke Fes takut besoknya sakit tidak bisa melanjutkan jalan2. Mereka senang saya ada disana, tapi  meminta saya tidak mempublikasi foto2 malam itu.

P1060405

Menghias mobil pengantin ala Maroko…bunga,pita,balon dan petasan

Tidur di hotel bawah tanah?…. Coober Pedy ….

P1100437Di Coober Pedy saya menginap dihotel bawah tanah,  karena ingin merasakan kehidupan gaya ‘underground’ seasli aslinya. Web hotel menampilkan foto2 kamar dengan suasana seperti goa, tapi tidak terbayang bagaimana cara masuk dan ventilasinya seperti apa, karena tidak ada yang menawarkan kamar ber AC, padahal Coober Pedy ada ditengah tengah gurun tandus bagian dari outback Australia. Yang penting harga terjangkau, sudah termasuk airport transfer.

Mobil jemputan hotel jenis 4WD, kotor  berlumpur dari ban sampai ke kaca depan dan samping, dalamnya juga, tambah kotor setelah saya masuk dengan membawa lumpur disepatu. Sejak turun di Coober Pedy, jalan dari pesawat ke gedung bandara sudah membuat sepatu saya berwarna putih lumpur. Duffel juga  saya ambil dalam keadaan belepotan lumpur gurun Australia.

Selesai check in, langsung saya membawa duffel kedalam ‘kamar’. Reception desk ada di bangunan kecil di depan , untuk menuju ke kamar harus melewati halaman gurun yang luas, menuju ke bangunan lain yang isinya dapur umum , ruang makan dan toilet. Lalu dari sana ada pintu dengan access control untuk masuk kearea kamar kamar.  Begitu lewat pintu ber access control, terlihatlah tangga turun jauh kebawah, tangga modern dilapis keramik, turun sampai kedalaman  3 lantai, lalu selebihnya lorong menuju ke kamar kamar berbelok belok dan asli gua bawah tanah. Tapi anehnya udara dibawah sana dingin dan tidak pengap, padahal tidak ber AC. Setiap jarak 20 meter, terlihat lubang bulat berdiameter 50 cm  di langit langit lorong , seperti lubang sumur yang tembus ke udara bebas diatas, dari situ supply udara dan sinar matahari masuk.

Kamar saya private tanpa kamar mandi dalam, jadi kamar mandi terdekat adalah 3 lantai diatas. Kamarnya besar, tempat tidur double bed besar, betul betul goa..dinding dan langit langitnya tanah tidak beraturan, walaupun sudah dilapis dengan cat minyak, tetap saja lantai dan tempat tidur selalu kena rontokan tanah yang jatuh dari langit2. Kebanyakan tempat tinggal, hotel dibangun dengan cara menggali kedalam tanah, sama seperti orang setempat menambang Opal .

Buka tutup pintu , naik turun tangga atau suara percakapan menimbulkan gema sampai kedalam kamar, tapi justru saya bersyukur kalau mendengar orang bicara, berarti saya tidak sendirian dibawah tanah. Hari pertama, kamar sebelah dihuni keluarga dengan 2 anak, celotehnya lucu, tapi malam kedua saya tidak mendengar suara apapun, kamar kamar sebelah gelap semua. Tengah malam saya terbangun karena mendengar ada 2 orang menuruni tangga sambil bicara. Lalu sepi, tidak terdengar suara pintu buka tutup,..nah…saya mulai berpikir ini bagian horornya, rasanya ingin ke toilet tapi tidak berani keluar kamar…akhirnya ketiduran sampai pagi.

P1100489

Dorm tidak berpintu

Besoknya saya telusuri lorong kamar kamar sampai ujung, ingin tahu kemana hilangnya pengunjung tengah malam kemarin, ternyata ada bagian goa tanpa pintu yang berisi banyak bunk bed, dan ada orang tidur disitu. Huh..ketakutan yang sia sia.

Wi-fi juga ada, hanya di ruang makan, tidak  mencapai kamar. Bayar 10AUD per 12 jam tidak terputus, jadi saya startnya malam jam 9 selesai makan, terus sampai tengah malam. Rugi kalau start pagi2, karena seharian tidak terpakai sementara saya jalan jalan keluar hotel.

Hotel ini juga punya dapur luas yang bisa dipakai tamu. 4 malam disini saya menghemat dengan cara masak sendiri sebisanya. Belanjaan saya baguette, susu, telur, macaroni, mentega, keju, tomat., kentang. Kopi, gula dan garam bawa dari Jakarta. Itu cukup buat sarapan dan makan malam. Dapur ini selalu ramai dimalam hari, termasuk diantaranya tamu yang membawa caravan dan menyewa tempat parkir di halaman hotel.  Lain kali saya juga ingin mencoba overland pakai caravan, mau cari teman yang visi-misi nya sama *hemat-nekat-kuat* .

Boat hotel di Budapest

P1070594

Fortuna boat hotel  menjadi pilihan saya waktu mencari penginapan di kota Budapest Hungary. Pertimbangan saya adalah harganya terjangkau dan letaknya dipusat kota, sekaligus ingin tahu. Hotel ini betul betul  mengapung diatas sungai Danube, yang mengalir membelah kota Budapest, kapal asli yang sudah tidak bermesin ,ditopang oleh tiang2 beton yang menancap didasar sungai.

Kabinnya bersih, lengkap dengan toilet mini. Fasilitas lainnya seperti resto,bar dan deck buat duduk2 malam hari juga ada. Menyenangkan tidur dihotel dengan pemandangan luar jendela adalah air dan pantulan sinar dari bangunan2 tua yang berderet diseberang sungai, yaitu Margaret Island. Tampak pula lampu2 di jembatan Margit , salah satu  dari banyak jembatan diatas sungai Danube, yang menghubungkan daratan Buda dan Pest.

Kalau mau coba menginap disitu, ini linknya:

http://www.ohb.hu/fortuna/?arr=2013-11-19&dep=2013-11-20&offer=101&tab=3

This slideshow requires JavaScript.

Casa Santo Domingo


Casa Santo Domingo, hotel bintang lima yang dibangun dibekas reruntuhan biara , dikota La Antigua  Guatemala.

 

Seluruh bangunan dibuat sesuai dengan denah lama, sebagian besar mengekspos dinding dinding aslinya, yang hancur separuh, bekas runtuh dan berlubang lubang. Asal mulanya biara ini hancur pada waktu terjadi gempa tahun 1773.

Sungguh usaha yang jempolan untuk dapat merangkai puing menjadi karya yang merupakan paduan warisan sejarah dan fungsi yang tepat.

 
 

 

 

Patung , hiasan dan benda benda kuno yang ditemukan di reruntuhan itu ditata disepanjang corridor, teras atau ceruk2 dibagian dinding yang asli.

This slideshow requires JavaScript.

 
 
 
 
 

Sebagian tetap dibiarkan reruntuhan asli ditengah tengah taman belakang.

Hotel ini boleh dikunjungi semua orang bebas biaya, boleh foto foto dan jalan jalan didalam kompleks.

 

Masak masak didapur Hostel


Fasilitas dapur tiap hostel tidak sama, tapi rata rata menyediakan kompor  dan peralatan masak cukup komplit. Kadang ada juga microwave, coffee maker, water boiler, kulkas besar untuk tamu2 yang mau pakai untuk menyimpan bahan2 makanan, sayur , buah, susu , semua dinamai.

Semua peralatan boleh dipakai, asal sesudahnya dicuci dan dikembalikan ketempat asalnya. Perlengkapan lain seperti sabun cuci piring, tapas, sikat , sarung tangan karet dan lap lap juga selalu ada.

Kalau ada yang menyediakan dish washer, kita hanya perlu membersihkan piring panci sendok  dari sisa sisa makanan, lalu susun di mesin, kalau  sudah penuh, siapa saja yang terakhir harus menyalakan mesinnya. Pihak pengurus hostel menuliskan aturan aturannya di tempat tempat yang mudah terlihat. Selebihnya tamu tamu yang melakukan dengan kesadaran tinggi.

Makin besar kapasitas hostel, dapur yang disediakan juga makin besar. Hostel Queenstown New Zealand menyediakan 4 set kompor @ 4 tungku, 2 sink cuci piring @ 2 lubang besar besar dan ruang makan yang mampu menampung 100 orang sekaligus.

Jadi terbayang waktu jam makan malam, ramainya luar biasa. Ada yang masak spaghetti, casserole, cream soup, saya masak mie instan bawaan dari Indo ,rebus kentang dan telur yang saya beli dipertanian waktu bus berhenti disalah satu desa diperjalanan dari Christchurch ke Queenstown. Saya heran kenapa bumbu mi instan kalau dimasak dinegara dingin jadi tawar ya? Sejak itu saya selalu bawa garam halus kalau traveling, kadang dapur hostel tidak menyediakan garam.

Sekali waktu saya pernah buat salad pakai bumbu gado gado instan bawa dari Jakarta. Cuma daun slada , tomat segar dan telur + kentang rebus. Orang Spain yang duduk dekat saya penasaran , pengen tau rasanya…jadi lah tukar2 icip makanan. Lalu ada turis Amrik yang pernah ke Indo, nimbrung juga minta bagian…dia pernah makan gado gado di Jakarta. Perkenalan spontan sering terjadi diseputar ruang makan hostel. Itu senangnya..bisa tukar2 pengalaman, bisa share obyek2 tontonan disekitar  situ, bisa janjian bareng pergi kesuatu tempat besoknya…pokoknya seru..

Ada juga hostel yang dapurnya luar biasa komersil, sepertinya di Innsbruck, Austria.. lupa lupa ingat. Aliran listrik ke kompor diputus dengan tombol yang baru bisa aktif kalau kita memasukkan sejumlah koin yang tertera di coin box otomatis didekatnya. Itupun pakai timer, hanya 3 menit rasanya. Pas saya kedapur, ada turis lain yang sedang ngomel2 karena dia sudah memasukka coin 4x sementara pastanya belum matang..Langsung saya batalkan menu masak pasta, ganti mi instan. Biar hemat, saya masak air di water boiler (yang ini aliran listriknya tidak diputus), lalu saya tuang air mendidih dari boiler ke panci paling tipis yang sudah saya guyur di kran air panas. Baru saya masak diatas kompor.

Soup gratis dimasak keroyokan


Enaknya tinggal di Hostel, banyak pengalaman baru yang tidak sengaja terjadi.

Suatu pagi saya lihat2 di message board hostel, biasa disitu banyak ajakan lucu lucu yang ditempel tamu tamu lain. Kadang ajakan share sewa mobil, atau jogging bareng, walking tour gratis dipusat kota, jual peralatan bekas camping atau hiking , pesta topeng dan banyak lagi.

Kali ini ada undangan makan sup gratis nanti malam di ruang makan..wah…saya langsung tulis nama dibawahnya….join dong..

Pada jam yang ditentukan, saya muncul di dapur dan disana sudah terlihat pada sibuk. Ada yang kupas dan potong2 kentang, kupas bawang putih, marut keju, potong2 mozarella, sosis dan wortel, pokoknya rame dan saya langsung bergabung, ditugasi ngepres bawang putih ..

Rupanya George, tamu dari Irlandia besok mau balik negaranya, jadi dia mau menghabiskan stok bahan makanannya dengan tamu2 lain.

Dia bilang soup kentang yang mau dia buat itu resep ibunya. Oke lah… lalu jadilah acara masak bareng2..ada yg nyumbang wortel,sosis ada yg ngeluarin keju, dan saya menyumbang stock roti dough yang saya simpan di kulkas.

Karena banyak yang ikutan akhirnya jadilah sop sepanci besar hasil ramuan George…dipersiapkan dan dinikmati beramai ramai.

Buah buahan stock tamu lainnya juga dihidangkan untuk dinikmati bersama sesudahnya.

Setelah itu bantu membantu kita membersihkan setumpuk peralatan masak bekas dipakai George. Thank you George…. Kreativitas yang menyenangkan.