Gagalnya sebuah perjalanan

Kata siapa kalau perjalanan yang sudah direncanakan matang harus selalu lancar sukses mencapai target. Setidaknya tercatat ada 2 perjalanan saya yang -gagal total berantakan bikin jengkel tingkat dewa- bahkan sampai harus reschedule , tiket hangus dan mesti beli ulang.

COLOSSUS-OF-RHODES

Pertama : Gagal mengunjungi Rhodes di Cyclades Yunani, gara gara salah tafsir tanggal. Ini terjadi waktu saya keliling pulau2 di Yunani, sudah direncanakan sedemikian rupa supaya efektif tidak buang waktu, cari tiket ferry yang paling murah dengan konsekwensi jadwal yang cuma sehari sekali berangkatnya, malahan hari-hari tertentu saja. Tidak disemua pulau saya menginap, hanya di 2-3 pulau asik , beberapa pulau lainnya saya kunjungi tanpa menginap. Di Mykonos, Crete dan Santorini saya menginap 1-2 malam, pulau Naxos dan Rhodes cuma mampir karena ga mau rugi lantaran belum pernah kesitu.

Jalur kapal, boat, ferry ada banyak macam, company nya juga beda beda, termasuk  variasi harganya tergantung  cepat atau lambat (tapi tidak ada yang murah untuk kantong saya), dengan susah payah saya bisa mendapatkan tiket tiket yang sesuai dengan keinginan . Cari yang pas juga sulitnya minta ampun, hampir semua websitenya tidak menggunakan bahasa Inggris,  huruf alpha omega semua !! Ngerti yang ini, lupa yang tadi..cocok sampai jalur situ, tidak ada kapal jalur ke pulau berikut yang saya tuju, ulang lagi dari mula, harus ditukar urutannya. Urutan, harga sudah cocok, eh ..jamnya kurang ideal.

Makan waktu 3 hari sendiri untuk merancang rute, harga dan waktu yang betul betul pas. Rencana sudah mantap, bisa gagal dimananya? Teledor aja karena keasikan main. Kejadiannya begini…saya tiba di Fira tanggal 4 April, begitu sampai di terminal bus yang membawa saya dari pelabuhan, langsung saya menanyakan jadwal bus ke pelabuhan untuk lusa, tgl 6 dimana saya harus berangkat ke pulau Rhodes. Jadwal bus ke pelabuhan ditulis pakai bolpen tertera bus terakhir untuk tanggal 5 April adalah jam 9 malam. Saya tanya jadwal untuk tanggal 6 April mana? Mereka jawab suruh lihat besok…kok aneh, jadwal ditulisnya perhari. Ya sudah, besok saya akan kembali ke terminal untuk lihat jadwal, toh pasti besok saya kesana lagi untuk naik bis ke Oia, kota lain dipulau itu.

Setelah menyimpan koper di hotel, saya jalan jalan di kota Fira sepuas puasnya. Besoknya pagi pagi saya berangkat ke Oia naik bus, tidak lupa di terminal saya menanyakan jadwal bus untuk tanggal 6 April, ternyata keberangkatan bus  yang  paling akhir jam 5 sore. Ya sudah, terpaksa besok saya harus naik taxi ke pelabuhan, masa saya harus menunggu 4-5 jam di pelabuhan sebelum kapal berangkat tengah malam. Jarak kota ke pelabuhan tidak terlalu jauh juga, naik bus cuma 15 menit. Sanggup lah bayar taxi.

Seharian itu saya bersenang senang di Oia desa cantik diatas tebing menghadap laut, dengan rumah bersusun susun serba putih. Puncaknya adalah melihat sunset yang menghadap ke gunung volcano…hari yang sempurna. Besok paginya tgl 6 ketika saya sarapan, ada sms masuk yang beritanya ‘anda sudah bisa web chek-in untuk penerbangan Rhodes-Athena 6 April jam 20.00’….., bingung..lha sekarang masih di Fira. Naaaah..tragedi dimulai. Langsung saya cek tiket boat dan tiket pesawat. Ohalaaaa…ternyata tiket boat saya betul berangkat dari Fira tgl 6 April tapi jam 00.50 dan tiba di Rhodes jam 9.00 pagi. Jadi seharusnya saat itu saya sudah tiba di Rhodes, jadi sebetulnya tadi malam saya tidur di boat, jadi nanti malam saya sudah terbang ke Athena…haiissssh…..hangus deh tiket boat 39 Euro.

Sudah hilang kesalnya, saya harus segera bertindak mau bagaimana..cari tiket pesawat ke Rhodes jamnya sudah mepet, ga mungkin lagi…rela ga rela saya harus beli tiket langsung ke Athena supaya tidak rugi lebih parah. Skip deh Rhodes, padahal saya ingin melihat bekas Colossus, yang sudah runtuh kapan kapan. Mungkin nanti saya harus kesana lagi kalau patung Helios sudah jadi. Lah namanya traveling, kadang ada juga melesetnya. Hangus tiket boat Fira-Rhodes, hangus tiket pesawat Rhodes-Athena, hangus hostel di Rhodes..walaupun saya tidak menginap di Rhodes, tetap saya booking hostel rencananya hanya untuk titip koper selama jalan jalan sekian jam, berhubung pelabuhannya tidak punya penitipan koper. Total kerugian 150Eur…jreeeeng.

Keukenhof

Kedua: Gagal reuni sama temen temen di Keukenhof. Ini konyol gara-gara telat bangun sehingga ketinggalan pesawat ke Amsterdam. Jauh jauh hari sebelum berangkat, saya sudah kontak teman yang di Belanda mau ketemuan ditanggal yang sudah disepakati bersama, di Keukenhof. Saya belum pernah lihat tulip disana, dan pas lagi musimnya…jadi cita cita bisa foto2an ditaman tulip. Sebetulnya cuma dengan 2 orang teman yang sudah tinggal puluhan tahun disana, satu teman SD dan satu lagi teman kuliah. Malahan kita sudah masing2 beli tiket masuk ke Keukenhof, supaya tidak pake antri.

Mereka akan berangkat dari kediamannya masing masing, saya berangkat dari Berlin ke Amsterdam pagi pagi, lalu dari Schiphol naik bus langsung ke Keukenhof, saya sudah beli tiket online yang paketan untuk masuk taman berikut tiket bus nya pp. Dasar sama sekali tidak berjodoh sama tulip, betul betul batal berantakan rencana itu. Di pagi keberangkatan, saya terbangun jam 6, sementara jadwal pesawat take off jam 6.30. Alarm yang saya pasang jam 4 pagi..bablas tidak terdengar. Padahal hari-hari kemarinnya selalu saya terbangun 5-10 menit sebelum alarm bunyi.

Aneh kan??..Malam sebelumnya saya sudah pesan taxi, tapi kenapa pintu saya tidak digedor ya? Kalau tidak salah kamar hotelnya tanpa telepon, ya maklum hotel paling murah yang saya pilih. Ketika saya tanyakan ke receptionist, mereka bilang tadi ada taxi orderan datang jam 5, tapi pergi lagi …mereka tidak tahu siapa yang memesan. Yah nasib..walaupun sadar saat itu sudah tidak akan terkejar, tetap saya kabur ke airport yang jaraknya cuma 5 menit naik taxi .

Sambil menunggu order taxi ulang,  5 menit saya gunakan untuk dandan kilat, juga tak lupa berdoa semoga pesawatnya delay. Doa saya tidak berkenan..pas tiba di airport, pesawatnya sudah babayyyy… Urusan tiket hangus tidak begitu saya pikirkan, pasti akan ada jalan keluar berhubung sudah sering juga ketinggalan pesawat. Yang saya pikirkan adalah 2 teman lain yang sudah sepakat bakal ketemu bareng…kecewanya pol.

Ketika akhirnya saya telfon salah satu teman untuk mengabarkan saya ketinggalan pesawat, dia sudah siap2 berangkat ke Keukenhof, bahkan  sudah menyiapkan bekal sandwich untuk sarapan saya…duh terharu. Saya sudah ingin beli tiket flight berikutnya, tapi penerbangannya cuma ada sehari sekali. Tiket ke kota lain yang dekat2 Amsterdam juga tidak ada. Teman saya usul agar segera naik kereta. Wah..engga deh..kemarinnya saya ke kota naik kereta, pas jalurnya ada yang ditutup, sehingga harus stop di stasiun anu, turun lalu disuruh sambung dengan bus nomer segini sampai setasiun berikutnya untuk bisa naik kereta lanjutan.

Busnya gratis, tapi jalan dari setasiun ke bus stopnya memotong taman yang luas dengan jalanan setapak dari kerikil. Tobat kalau harus nyeret koper diatas kerikil segitu jauh…bisa bisa rodanya tamat sebelum jalan kerikilnya selesai. Akhirnya saya balik check-in ke hotel yang sama setelah membeli tiket  penerbangan di jam yang sama untuk besoknya,  lalu besok sorenya saya sudah harus terbang ke Indonesia. Ini lebih besar lagi ruginya..dobel tiket pesawat, hilang bookingan hotel semalam di Amsterdam, bayar semalam lagi hotel di Berlin, hilang tiket Keukenhof, batal ketemu teman lama. Jengkel..jelas. Kapok? Engga juga tuh..itulah bagian dari suka duka perjalanan..halaaaah.

Booking akomodasi online dengan segambreng kejutan.

Booking akomodasi online dapat harga murah? Harus siap terima banyak kejutan . Gambaran yang diberikan pihak penyedia akomodasi di website adalah kelebihannya bahkan kadang dilebih lebihkan, sedangkan kekurangannya cenderung disembunyikan. Contoh kelebihan : lokasi bagus ditengah kota atau di tepi jalan, dekat dengan tourist attraction , dekat halte bus atau station metro. Nah kalau di lokasi bagus biasanya lahan mahal, tidak jarang akomodasi murah letaknya ada di lantai 3 bahkan lantai 4.   Hal seperti ini yang kadang tidak disebutkan. Naik tangga 4 lantai sambil membawa ransel atau duffel, sengsara yaaa… Bahkan tidak jarang tangga menuju ke lantai hostel tersebut spooky…..Kalau  letaknya  ada di dalam old city atau old quarter bangunannya pasti tua, jarang yang pakai lift. Bahkan untuk mencapai penginapan harus siap jalan kaki sambil geret2 koper di jalanan dalam kota, yang bebas kendaran. Nah untuk mengakali hal hal seperti ini biasanya saya menuliskan di kolom message bahwa saya minta kamar di lantai dasar, dan selalu ampuh untuk minta kompensasi minimal dibantu membawa duffel  sampai ke lantai 4 .

20150419_193020

‘Hanya’ melewati 4 bordes sampailah di Hotel saya di Stari Grad Dubrovnik, pintunya pas hitungan anak tangga batu ke 53.

Kompensasi lain yang saya dapatkan ketika pihak hostel tidak punya jenis kamar yang saya pesan di lantai dasar atau lt 1, mereka memberikan kamar apa saja yang ada di lantai dasar , biasanya memang lebih bagus dan mahal taripnya. Di kota Kotor, Montenegro saya mendapatkan kamar double bed, 2 kamar mandi , 1 ruang tamu dengan sofa bed merangkap kitchenette ada microwave, water kettle listrik,  kompor dan bak cuci piring. Bisa buat tidur 4 orang..tapi saya pakai sendirian dan bayarnya tetap harga kamar single standard sesuai permintaan, itu enaknya kalau ngetrip diluar peak season.

Kejutan lain adalah ketika saya check in di hotel murah tapi letaknya strategis dijalan raya dikota Thessaloniki, Yunani. Dengan tarip dibawah hotel tanpa bintang, saya ditempatkan di suite room yang luasnya satu lantai full.  Lift nya khusus ke lantai paling atas , sofa ruang tamunya serius full accesories dengan bantal bertumpuk tumpuk lengkap dengan rumbai rumbai dan cangkir tehnya dari perak. Toiletnya luas, bathtubnya pake whirlpool , amenitiesnya juga lengkap termasuk loose powder dan body lotion, handuknya ada 5 ukuran . Tempat tidurnya super besar . Teras balkonnya luas, bisa buat buka 2 meja pingpong tambah 1 meja bilyard. Sayang udara luar tidak memungkinkan saya menikmati teras  yang luas itu dengan nyaman, karena sangat dingin dimalam dan pagi hari. Breakfast lengkap dikirim ke kamar dengan trolley, seperti di film film . Usut punya usut ternyata hotel mewah itu sedang direnovasi, kebetulan saat itu ruang makannya sedang diperbaiki, sehingga breakfast tamu dikirim ke kamar masing masing. Pantesan tarip hotelnya juga super murah.

Kejutannya kadang enak, tapi juga bisa sangat tidak enak.

Koleksi cindera mata

Magnet2 (640x320)Cindera mata yang selalu saya incar kalau sedang jalan jalan adalah yang kecil, ringan, tidak mudah pecah dan haruslah murah, misalnya magnet kulkas, bookmark, pin, emblem, thimble, coaster, gelas sloki. Bahkan karena kecilnya cindera mata yang saya beli kadang terselip disaku ransel atau tas kamera berbulan bulan lamanya sampai hampir lupa pernah beli barang itu. Apapun bentuknya, cindera mata tersebut haruslah mewakili negara atau kota yang dikunjungi, entah ada nama negara, mengandung obyek khas, icon  atau kerajinan setempat. Yang paling mudah ditemukan di toko toko souvenir di obyek obyek wisata adalah magnet kulkas, banyak pilihan dari yang paling murah sampai yang mahal. Ini beberapa koleksi magnet saya, berhubung sudah tidak muat dipasang dipintu kulkas, terpaksa saya mendesign lemari storage ruang makan dengan pintu dari plat besi untuk memajang koleksi magnet yang jumlahnya ratusan.

Magnet 1 (640x360)

Yang berikut koleksi thimble, sendok souvenir , bell kecil dan  pernik  imut2  yg maksimal besarnya 5 cm. Kelompok ini walaupun kecil lumayan berat.

Pernik2 (640x360)Sendok1 (640x360)

Khusus yang ini adalah koleksi dapet gratisan dari cafe2, tatakan sponsor dari merk2 beer lokal. Saya alergi terhadap beer dan jenis minuman  beralkohol lainnya, jadi kalau masuk cafe belinya kopi atau juice, tapi minta tatakan nya  ke waitress. Bagus  dan aneh2 design maupun bentuknya,  mereka dengan senang hati memberikan yang baru kalau bilang buat koleksi. Ada banyak juga coaster dari hotel dan penerbangan.

Coaster1Coaster2 (640x360)

Kemudian ini adalah koleksi bookmark yang masih tersisa , lainnya sudah masuk kedalam buku buku. Ada yang dari bahan karung, tikar, bambu, kayu, tenun, kain disulam, pelat di laser cut lalu di gold plated, collage kain sutra, kulit, kuningan di embossed, papyrus press dan lain lain.

Bookmark1 (640x360)Setelah lihat lihat koleksi ini, ternyata saya pemboros juga, sebab selain yang di tampilkan disini, masih banyak lagi yang tersebar di lemari hias, ditembok rumah, bahkan dikardus dalam lemari . Kadang niat pada saat berangkat -kali ini mau irit  tanpa belanja2- tapi kalau sudah ketemu yang lucu lucu tidak tahan juga. Lalu mulai pilih satu atau dua buah untuk sendiri, ujung ujungnya beli 10 karena ingat teman teman yang suka menagih oleh oleh. Sekarang target saya bertambah, selalu membeli beberapa postcard untuk teman teman postcrosser.

 

 

Database untuk apply visa turis ke negara2 lain buat pemegang paspor Indonesia

Edited Visas

Selama saya menjalani traveling keberbagai tempat di manca negara, hal yang paling menjengkelkan sebagai pemegang paspor RI adalah mengurus visa ke Negara tujuan yang akan dikunjungi. Hampir semua Negara di dunia mengharuskan warga RI mengajukan visa, sekalipun transit, apalagi menjelajah. Hal pengajuan visa ke suatu Negara bisa memerlukan waktu pemrosesan minimal 5 hari kerja, kadang sampai 3 minggu. Jadi kalau perlu visa 4 negara minimal perlu waktu 20 hari kerja, atau satu bulan. Bukan tidak mau mengurus jauh jauh hari, misalnya 2 bulan sebelumnya, tapi semua kedutaan tidak mau memproses visa 2 atau 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan . Saya cuma bisa iri sama pemegang paspor Jepang, New Zealand, US…mereka paling top diterima dimana mana tanpa harus minta visa. Tidak jarang visa saya baru selesai siang, malamnya berangkat. Cara lain untuk mendapatkan visa adalah dengan mengajukan dari kedutaan/konsulat Negara tetangga terdekat dengan Negara tujuan, jauh lebih hemat waktu karena biasanya mereka bisa menerbitkan visa dalam hitungan jam, mengingat kondisi pemohon adalah turis *asal jangan dari negara tetanggaan yang lagi perang/musuhan/konflik* . Atau dengan mengatur jadwal, misalnya kunjungan ke 3 negara yg harus minta visa, 1 negara yang bebas visa atau Negara yang memberlakukan Visa on Arrival.

Biasanya visa turis hanya berlaku maksimal 90 hari *kecuali visa US saya beruntung mendapatkan 2x apply masing masing berlaku 5 tahun* atau visa Australia bisa dapat 1 atau 3 tahun. Saking seringnya mengurus visa kesana sini, saya selalu punya stock pasfoto berbagai ukuran, juga selalu saya bawa waktu traveling, supaya kalau mendadak ingin rubah tujuan bisa minta visa tanpa repot harus cari tukang foto.

Beberapa kedutaan memakai jasa agen untuk membantu proses penyaringan pemohon visa, di Indonesia antara lain VFS Global bekerja untuk kedutaan Australia, New Zealand, UK, Canada, Denmark, Iceland, Italy, Norway, Spain, UAE. Layanan VFS Global untuk kedutaan2 berupa Visa Application Center, mereka melakukan pengumpulan dokumen2 pemohon via online atau paper, melakukan  jasa biometrics yaitu pendokumentasian sidik jari dan foto digital wajah.

Alamat VFS Global Jakarta:

  • Kuningan City Mall
    1st floor L1  30-32
    Jl Prof.Dr Satrio kav 18
    Setiabudi, Kuningan 12940
  • Call center : +62 21 304 18704

Alamat VFS Global Bali:

  • Benoa Square Lantai. 3 No. 7-9.3/A
    Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai No. 21A
    Kedonganan, Kuta, Bali – 80361
  • Call Center : +62 361 8957710

Schengen Countries mensyaratkan biometrics untuk pemohon visa mulai Desember 2013, terkait dengan program VIS (Visa Information System), yang memungkinkan pertukaran data online antar Negara anggotanya. Biometrics nantinya juga akan diberlakukan diseluruh dunia.

Berikut dibawah ini adalah syarat, ketentuan dan prosedur pengajuan visa dari beberapa Negara yang banyak diminati, sebetulnya merupakan catatan pribadi yang saya kumpulkan pada waktu mengajukan permohonan visa. Jadi hanya untuk pemegang paspor Indonesia, pengajuan dari kedutaan/konsultan di Jakarta, jenis permohonan visa turis, untuk single traveler (bukan pengajuan untuk keluarga/rombongan). Tarip  tidak berlaku mutlak, sewaktu waktu bisa berubah.

 Syarat umum pengajuan Visa Turis (kesemua negara):

  1. Paspor dengan minimal masa berlaku 6 bulan saat tanggal keberangkatan.
  2. Pasfoto background putih, sedia macam2 ukuran, rata2 diminta 2 lbr. Pasfoto proporsional, tanpa topi, tanpa kacamata hitam, telinga terlihat, menghadap lurus kedepan.
  3. Print out ticket ( ada kode booking resmi) – beberapa Negara mengharuskan tiket sudah diissued pada saat pengambilan visa.
  4. Print out booking hotel lengkap dengan tanggal dan alamat, tertera nama pemohon.
  5. Surat sponsor dari kantor, dalam bahasa Inggris.
  6. Foto Copy rekening Koran 3 bulan terakhir, tertera nama pemohon (untuk kedutaan yang mengharuskan interview, sebaiknya asli dibawa)
  7. Rekomendasi Bank (tidak semua kedutaan meminta)
  8. Foto Copy Kartu Keluarga + KTP
  9. Travel Insurance (tidak semua kedutaan meminta)
  10. Negara di Amerika Selatan kadang meminta Yellow Fever Vaccination Certificate, vaksinasi dan certificate ini berlaku 10 thn, vaksinasi bisa dilakukan di Rumah Sakit atau di bandara International Soekarno Hatta.
  11. Jadwal perjalanan lengkap dari tanggal masuk sampai keluar Negara /negara2 yg dituju, untuk menentukan apakah harus mengambil Single Entry atau Multiple Entries.
  12. Mengisi form aplikasi, sekarang banyak Kedutaan yang menggunakan website yang menyediakan form yang dapat didownload  atau dengan cara apply online, atau via Visa Agency *VFS Global*
  13. Biaya pembuatan visa berkisar USD 20-USD150 (tidak selalu sama) kadang harus bayar di bank yang ditunjuk kedutaan, kadang bayar di kedutaan. Bukti pembayaran dilampirkan dalam berkas permohonan. Pembayaran bisa dengan Rupiah, sesuai dengan kurs yang ditetapkan kedutaan. Biaya visa Single Entry berbeda dengan biaya visa Multiple Entries.
  14. Lama proses pembuatan visa berbeda, dari 4-45 hari, untuk diperhitungkan apabila ingin memohon visa ke beberapa Negara sekaligus dalam satu rangkaian perjalanan, sebab paspor tidak bisa dipinjam selama masih dalam proses pembuatan sampai keluarnya visa.
  15. Pembuatan visa tidak boleh dilakukan lebih dari 2 bulan sebelum tanggal keberangkatan,  pihak kedutaan akan menolak memrosesnya.
  16. Masa berlaku visa berbeda beda, mulai 15 hari sampai 5 tahun.

Syarat dan prosedur pengajuan visa turis  ke kedutaan asing secara spesifik: US, Schengen Countries, Australia, New Zealand, UK, Canada, China, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.

Manfaatkan sebanyak banyaknya kelebihan dari visa US selama masa berlakunya. Bukankah proses pengajuan visa US dipandang sebagai paling menakutkan, kadang ditolak tanpa alasan yang jelas , selain biayanya juga tidak murah. Kalau beruntung mendapatkan visa dengan masa berlaku 5 tahun, selain untuk pergi ke 50 negara bagian US, banyak kemudahan kemudahan lain yang bisa didapat dengan adanya visa US di paspor.

Negara Negara yang mengijinkan masuk dengan visa US:

  • Belize, VoA  USD 50
  • Costa Rica , bebas masuk berlaku 90 hari
  • Dominican Republik , bebas masuk berlaku 30 hari + Tourist Card seharga USD 10
  • El Salvador
  • Georgia, bebas masuk berlaku 360 hari
  • Honduras, bebas masuk
  • Jamaica, bebas masuk berlaku 180 hari
  • Korea Selatan, bebas masuk berlaku 15 hari  dengan  mengajukan visa  online
  • Mexico, bebas masuk berlaku 30 hari
  • Montenegro, bebas masuk berlaku 7 hari
  • Nicaragua, bebas masuk + Tourist Card seharga USD 10
  • Panama, bebas masuk berlaku 30 hari + Tourist Card seharga USD 30
  • Serbia, bebas masuk berlaku 90 hr dalam jangka waktu 6 bulan.
  • Taiwan, bebas masuk berlaku 90 hari , perlu apply online utk minta Entry Permit
  • Turks and Caicos Islands, bebas masuk berlaku 30 hari

Bila memiliki visa Schengen kategori C atau D multiple entry untuk masa berlaku 2  tahun (dengan biaya lebih mahal dan belum tentu diberikan), ada manfaat lain yang bisa didapatkan yaitu masuk kenegara negara lain diluar Schengen area.

Negara Negara yang mengijinkan masuk dengan visa Schengen:

  • Albania, bebas masuk berlaku 6 bulan
  • Andorra,bebas masuk berlaku 7 hari
  • Bosnia and Herzegovina, bebas masuk 7 hari
  • Costarica, bebas masuk berlaku 90 hari
  • Croatia, bebas masuk berlaku 90 hari
  • Cyprus, bebas masuk berlaku 90 hari
  • Dominican Republik , bebas masuk berlaku 30 hari + Tourist Card seharga USD 10
  • Georgia, bebas masuk berlaku 360 hari
  • Honduras, bebas masuk
  • Iceland, bebas masuk 90 hari utk kategori D
  • Kosovo, bebas masuk 15 hari
  • Macedonia (FYROM), bebas masuk 15 hari max 90 hr dalam kurun 6 bulan
  • Malta, bebas masuk 90 hari untuk kategori D
  • Montenegro, bebas masuk berlaku 7 hari
  • Nicaragua, bebas masuk + Tourist Card seharga USD 10
  • Panama, bebas masuk berlaku 30 hari + Tourist Card seharga USD 30
  • Romania, bebas masuk berlaku 5 hari
  • Serbia, bebas masuk berlaku 90 hr dalam jangka waktu 6 bulan.
  • Taiwan, bebas masuk berlaku 90 hari , perlu apply online utk minta Entry Permit

Untuk traveler tingkat lanjut, bila ingin melihat syarat dan prosedur pengurusan visa kenegara negara lain yang tidak tercantum diatas ( berdasarkan negara negara yang sudah dan akan saya kunjungi nanti )  lengkap dengan situs untuk download application form/apply online dan alamat/ nomor telepon kedutaan/konsulat yang menangani masalah visa di Jakarta, bisa lihat di Embassies in Jakarta. Beberapa diantaranya ada alamat pengajuan visa untuk negara yang tidak memiliki perwakilan di Jakarta, berarti alamat kedutaan/konsulat negara tujuan yang berada dinegara tetangganya yang melayani pengajuan visa dengan paspor Indonesia .

Sebetulnya proses permohonan visa kesemua negara sama sulit dan sama mudahnya, sejauh yang saya alami asal semua persyaratannya lengkap visa pasti diterbitkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa paspor yang  memiliki visa US atau Schengen lebih mempersingkat waktu interview dikedutaan manapun. Kadang malah tidak ditanya apa apa lagi oleh petugas interview kedutaan, apalagi kalau lembar paspor dibalik balik  sudah banyak cap negara negara lain, belum sampai memeriksa lampiran bukti keuangan visa sudah di approve.

Yang diperlukan juga kalau sedang traveling keluar negeri adalah Alamat KBRI dan KJRI di luar negeri , seandainya perlu bantuan sehubungan masalah dokumen perjalanan atau keperluan darurat lainnya. Kalau ada yang mau menambahkan info atau koreksi silakan, untuk kepentingan bersama.

Apply Visa Bolivia dari Peru

Tentang ini sering ditanyakan  oleh beberapa teman yang akan berkunjung ke Bolivia, jadi detailnya saya uraikan berikut. Apply visa Bolivia tidak bisa dilakukan di Jakarta, karena tidak ada Kedutaan ataupun Konsulat Jenderal Bolivia di Indonesia. Konon dulu ada, tapi nomor telepon Jakarta yang saya temukan dari surfing sana sini tidak pernah terjawab, sampai saya nekat telfon ke konsulat Bolivia yang ada di Lima (Peru) untuk minta informasi tentang kemungkinan mendapatkan visa turis dari sana. Komunikasi yang agak agak gagal, dengan bahasa Spanyol saya yang pas pasan , sementara disana tidak bisa bahasa Inggris, beberapa saya mengerti, begitu percakapan tambah ruwet terpaksa saya mohon mohon bicara dengan yang bisa bahasa Inggris, itupun tidak mudah melalui beberapa kali sambungan Skype yang putus sambung .

Dokumen segera saya persiapkan dari Jakarta :

1 lembar pasfoto

fotocopy kartu kredit

fotocopy return ticket dan hotel

Segitu saja? Ya…mudah sekali kan?

Kemudian setelah saya tiba di Lima,  pagi pagi saya berangkat menuju ke kantor Konsulat  Bolivia di distrik San Isidro, daerah elite dengan mayoritas kedutaan negara negara lain bertempat disini, termasuk kedutaan Indonesia. Seperti kebanyakan kedutaan di Jakarta, ada gardu sekuriti dipagar, ditanya tanya lalu dipersilakan masuk ke ruang tunggu.

Setelah mengisi formulir aplikasi , dokumen yang diminta bersama dengan formulir diserahkan ke loket kaca. Senorita dibalik kaca memeriksa sebentar,  lalu saya dipersilakan ke loket sebelahnya untuk bayar visa fee, nanti sore bisa diambil kata senorita kasir. Kenapa kalau mengurus visa di kedutaan manapun di Jakarta bisa makan waktu berminggu minggu, minimal berhari hari ya?

visa Bolivia

Alamat Guatemala Embassy di Lima (Peru)

Los Castanos 235, San Isidro – Lima , Peru

tel (english) +511 4228231

Tapi menurut update teman teman yang berminat ke Bolivia, sekarang sudah tidak begini lagi peraturannya. Rumit dan hampir tidak mungkin buat pemegang paspor Indonesia untuk mendapatkan visa kunjungan ke Bolivia.

 

Western Union

WU_header_logo.184.46

Western Union adalah agen yang melayani pengiriman uang antar negara selain bank.  Tidak perlu keanggotaan atau menjadi nasabah untuk dapat memakai jasa WU.
Kantor Western Union tersebar diseluruh dunia, bisa ada di bank, kantor pos, kios money changer, atau kantor khusus yang memasang logo WU.  Uang yang dikirim adalah mata uang lokal tempat pengiriman, dan diterimakan dalam mata uang lokal si penerima.

Prosesnya mudah dan biayanya juga relatif ringan. Cukup datang ke cabang WU, mengisi slip pengiriman, serahkan uang sejumlah yang ingin dikirim, selesai. Yang perlu dicantumkan di slip HANYA nama  dan Negara si penerima, penting diingat bahwa penulisan nama penerima harus persis sama dengan kartu identitas yang dipakai untuk pengambilan uang dinegaranya. Kemudian agen akan memberikan tanda terima berupa slip dengan Money Transfer Control Number (MTCN) terdiri dari 10 digit angka disudut kanan atas. MTCN ini yang harus dicantumkan penerima uang di slip penarikan.

Amankah mengirim uang dengan WU? Kita hanya menuliskan Nama dan Negara sebagai tujuan pengiriman. Seandainya kita mengirim kepada Wati, Indonesia , bukankah berjuta juta orang dengan nama Wati diseluruh Indonesia? Setiap orang yang bernama Wati di Indonesia berhak mencairkan uang tersebut, selama dia menyebutkan MTCN yang sesuai.  Jadi seharusnya aman selama MTCN hanya diberitahukan kepada Wati yang dimaksud.

Cara ini sangat efektif untuk traveler yang kehabisan uang diperjalanan. Cukup minta kiriman dari tanah air, dengan menyebutkan lokasi pada saat itu berada. Dengan menunjukkan paspor dan MTCN ke cabang WU, kiriman uang dapat dicairkan dalam bentuk mata uang setempat.

Berikut ini contoh slip pengiriman uang via WU

Western Union slip

 

Masak masak didapur Hostel


Fasilitas dapur tiap hostel tidak sama, tapi rata rata menyediakan kompor  dan peralatan masak cukup komplit. Kadang ada juga microwave, coffee maker, water boiler, kulkas besar untuk tamu2 yang mau pakai untuk menyimpan bahan2 makanan, sayur , buah, susu , semua dinamai.

Semua peralatan boleh dipakai, asal sesudahnya dicuci dan dikembalikan ketempat asalnya. Perlengkapan lain seperti sabun cuci piring, tapas, sikat , sarung tangan karet dan lap lap juga selalu ada.

Kalau ada yang menyediakan dish washer, kita hanya perlu membersihkan piring panci sendok  dari sisa sisa makanan, lalu susun di mesin, kalau  sudah penuh, siapa saja yang terakhir harus menyalakan mesinnya. Pihak pengurus hostel menuliskan aturan aturannya di tempat tempat yang mudah terlihat. Selebihnya tamu tamu yang melakukan dengan kesadaran tinggi.

Makin besar kapasitas hostel, dapur yang disediakan juga makin besar. Hostel Queenstown New Zealand menyediakan 4 set kompor @ 4 tungku, 2 sink cuci piring @ 2 lubang besar besar dan ruang makan yang mampu menampung 100 orang sekaligus.

Jadi terbayang waktu jam makan malam, ramainya luar biasa. Ada yang masak spaghetti, casserole, cream soup, saya masak mie instan bawaan dari Indo ,rebus kentang dan telur yang saya beli dipertanian waktu bus berhenti disalah satu desa diperjalanan dari Christchurch ke Queenstown. Saya heran kenapa bumbu mi instan kalau dimasak dinegara dingin jadi tawar ya? Sejak itu saya selalu bawa garam halus kalau traveling, kadang dapur hostel tidak menyediakan garam.

Sekali waktu saya pernah buat salad pakai bumbu gado gado instan bawa dari Jakarta. Cuma daun slada , tomat segar dan telur + kentang rebus. Orang Spain yang duduk dekat saya penasaran , pengen tau rasanya…jadi lah tukar2 icip makanan. Lalu ada turis Amrik yang pernah ke Indo, nimbrung juga minta bagian…dia pernah makan gado gado di Jakarta. Perkenalan spontan sering terjadi diseputar ruang makan hostel. Itu senangnya..bisa tukar2 pengalaman, bisa share obyek2 tontonan disekitar  situ, bisa janjian bareng pergi kesuatu tempat besoknya…pokoknya seru..

Ada juga hostel yang dapurnya luar biasa komersil, sepertinya di Innsbruck, Austria.. lupa lupa ingat. Aliran listrik ke kompor diputus dengan tombol yang baru bisa aktif kalau kita memasukkan sejumlah koin yang tertera di coin box otomatis didekatnya. Itupun pakai timer, hanya 3 menit rasanya. Pas saya kedapur, ada turis lain yang sedang ngomel2 karena dia sudah memasukka coin 4x sementara pastanya belum matang..Langsung saya batalkan menu masak pasta, ganti mi instan. Biar hemat, saya masak air di water boiler (yang ini aliran listriknya tidak diputus), lalu saya tuang air mendidih dari boiler ke panci paling tipis yang sudah saya guyur di kran air panas. Baru saya masak diatas kompor.