La Antigua


La Antigua terletak 45 km sebelah barat daya Guatemala City, merupakan kota tertua kedua di Amerika, setelah Veracruz di Mexico.

Kesempatan kesana sudah saya rencanakan dari semula.

Saya tidak mau terlalu mengambil resiko kesana pakai kendaraan umum, berhubung Guatemala agak agak sedikit meragukan dari segi keamanan untuk single traveler.

Saya ambil shuttle bus Guatemala City-La Antigua pp harganya USD58. Beli voucher di hotel.

Berangkat pagi2, dijemput dihotel jam 5 lalu dibawa ke pool shuttle bus. Nama company nya Atitrans.

Lalu di pool saya pindah ke minibus jurusan La Antigua. Tepat jam 6 ,minibus berangkat ke La Antigua. Penumpang lainnya kurang bersahabat, jadi saya tidak dapat kenalan baru dari trip ini.

Perjalanannya cuma sejam, tiba di pool Atitrans La Antigua. Saya ambil peta kota dipool bus, lalu keluar untuk segera jalan2 .

Berhubung masih pagi, jalanan masih sepi. Saya ambil kesempatan itu untuk ngopi di café kecil diseberang kantor shuttle bus. Kebetulan sudah buka dan rotinya masih hangat. Sebetulnya saya masih belum terlalu lapar, karena di hotel sempat dapat early breakfast yang bisa saya pesan malam sebelumnya.

Dari luar café terlihat seperti toko roti kecil, tapi dihalaman belakangnya terdapat taman dan gazebo serta mini gallery kerajinan setempat, dengan kursi2 taman yang cantik ditata dikebun yang ditumbuhi pohon buah Noni, serta tanaman2 rambat yang teduh.

Banyak burung2 yang bertengger dipohon dan berkicau dengan riuhnya..

Setelah puas duduk di cafe, waktunya orientasi kota La Antigua.

Dulu ibukota Guatemala ya di Antigua ini. Setelah kota ini hancur kena gempa thn 1773, ibukota dipindahkan ke Guatemala City th 1776.

Kota ini kecil saja, jalan kaki kemana mana sampai. Jalannya sempit sempit dan semua terbuat dari cobblestone mungkin jalan asli sejak ditemukannya kota ini th 1543 !!

Bangunan bangunan barunya saja sudah tampak tua tua, dan yang disebut bangunan lama terlihat dalam bentuk runtuh separuh bahkan tinggal puing puing. Pantas ini masuk dalam list Unesco Heritage Sites.

Setengah hari jalan kaki keliling kota ini selesai terlihat semua ruins, kebanyakan reruntuhan kapel, gereja dan biara2, termasuk masuk ke beberapa museum dan belanja souvenir di pasar Artesan.

 

Antigua dibuat dengan jaringan jalan berdasarkan arah mata angin, yaitu Ave membentang dari Utara ke Selatan, sementara Calle menghubungkan Barat dan Timur, seperti yang sampai sekarang digunakan dikota kota besar di Amerika lainnya. (Avenue dan Street).

Pusatnya dari Parque Central, atau taman kota. Logikanya gampang diingat: kalau Ave Norte artinya sebelah Utara nya Central Park. Sebaliknya Ave Sur itu Selatan nya Central Park. Itu di peta… kenyataannya nama jalan tidak pernah ditulis diperempatan atau dimanapun diseluruh kota. Jadi harus kita hitung sendiri gang keberapa dari Central Park ..cukup menyesatkan. Calle 1,calle2 calle3 dan seterusnya Poniente atau Oriente nah…Yang ada ditiap dinding bangunan diperempatan jalan cuma tanda ‘UNA VIA’ dan arah tanda panah..saking sempitnya jalan2 tsb kebanyakan one way berlaku untuk kendaraan yang melintas.

Kalau habis motret2 obyek yang bagus dijalan, lupa deh tadi itungannya sudah sampai calle berapa..terpaksa tanya orang hahaaa..

Disini ada juga  bajaj lhooo….tapi saya tidak sempat naik moda itu.

Bus dalam kota nya juga antik, warna warni meriah.

Makan siang saya ayam bakar yang dibubuhi saus green pepper..Manggangnya dipinggir jalan, harumnya mengundang siapa saja yang lewat.

Menjelang sore saya masuk ke pasar souvenir, belanja2 sedikit sambil lihat lihat kerajinan tangan setempat. Tapi saya sengaja tidak mau beli banyak2, sebab besoknya saya rencana ke Chichicastenago, kota lain yang hanya tiap hari Kamis menggelar pasar kerajinan tangan lokal…. Pasti lebih komplit,  murah , orisinil dan lebih heboh.

Jam 5 sore saya sudah mengarah kembali ke pool bus , untuk kembali ke Guatemala City. Tau gitu saya nginap aja disini…suasananya lebih asik ketimbang Guatemala City.

Advertisements

2 thoughts on “La Antigua

  1. Wah saya jadi nostalgia. Antigua suasananya adem ayem sungguh beda dengan Guatemala City yg hiruk pikuk dan polusi panas seperti Jakarta. Kebetulan waktu itu saya juga mampir buat sarapan di Casa Del Donde juga.

    Like

    • Ini kota kelihatan tua sekali, sayang hancur kena gempa berkali kali ya.Kontras banget sama Guatemala City, yang kebetulan mba tinggal di hotel dilokasi yang agak2 sepi.. cenderung serem hehe..suasana La Antigua mirip San Cristobal de las Casas di Chiapas Mexico,,sama tua, ayem dan antiknya..betah duduk2 ditaman sampai malem.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s