New7Wonders

logo-the-new-7-wonders-of-the-world

Ketika saya bergabung dengan local tour di Vietnam untuk mengunjungi Halong Bay, sang Tour Leader dengan bangga menerangkan bahwa Halong Bay sudah berhasil mendapatkan pengakuan sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia versi baru untuk kategori keindahan alam. Mulailah disebut satu persatu apa saja ke 6 lainnya.

  1.  Jeju Island di Korea, sudah pernah saya kunjungi th 2008
  2.  Iguazu waterfall di perbatasan Brazil dan Argentina, sudah juga tahun 2009.
  3.  Amazone River di South Amerika kunjungan tahun 2009
  4.  Halong Bay di Vietnam sudah 2 kali kesana, pertama tahun 2003 sebelum masuk New7Wonders, kemudian thn 2015.20141005_151955-001
  5.  Table Mountain di Afrika belum pernah dan belum ingin kesana.
  6.  Puerto Princesa Underground River di Philipine baru pernah dengar dan ingin kesana kapan kapan.
  7.  Komodo Island di Indonesia belum pernah…keterlaluan ya? Tapi sesungguhnya saya memang tidak ingin kesana, karena saya  sangat takut dengan hewan jenis ini dan kawan kawannya: buaya, biawak, kadal bahkan cecak!!!

 

Bagaimana dengan New7Wonders of the world? Ternyata saya sudah lengkap mengunjunginya sebelum voting dan hasilnya diumumkan.

1.Colloseum  di Roma , Itali.  Berkunjung kesana pada th 1997Colloseum Rome2. Christ the Redeemer di Rio de Janeiro, Brazil . kunjungan th 2008Christ Redeemer1 3. Great Wall di Beijing, kunjungan th 1994???  foto dan negatif nya tidak ketemu….berarti harus kesana lagi.    Rencana April 2017 sekalian ke Korea Utara…sudah kesampaian.

4.  Macchu Pichu di Peru , 2 kali kunjungan th 2006 dan 2011 tepat perayaan 100 th ditemukannya MP

mapi21

5. Taj Mahal di Rajashtan , India.  kunjungan th 2007

TajMahal1

6. Chichen Itza di Yucatan, Mexico. Kunjungan th 2009

ChichenItza1

7. Petra di Yordania. Kunjungan th 2008DSC03967b

Ada lagi 7Wonders of the Ancient World. Sebagian sudah pernah saya kunjungi, ada yang memang belum, bahkan ada yang gagal kunjung karena salah baca jadwal ferry.

  1. The Great Pyramid of Egypt. Tepatnya th 2008.DSC04283h
  2. The Hanging Garden of Babylon, ruinsnya belum pasti  dimana ; sekitar Babylon di Iraq atau di Nineveh jauh disebelah utaranya Babylon, bahkan ada beberapa literatur yang mengatakan sebetulnya itu fiktif.
  3. The Statue of Zeus at Olympia, Greece. Belum pernah saya kunjungi, walaupun sudah 2x ke Yunani.
  4. The Temple of Artemis at Ephesus, pernah sampai kesini th 2007A15-TurkEphesus14
  5. The Mausoleum of Halicarnassus at Bodrum,  belum pernah juga.
  6. The Colossus of Rhodes, Greece. Ini ada cerita sendiri tentang gagal sampai gara2 salah baca tanggal jadwal ferry berangkat..doooh
  7. The Lighthouse of Alexandria, Egypt. Kunjungan th 2008, tinggal dasarnya.Lighthouse Alexandria

Advertisements

Speed Trap

Masing2 wilayah punya cara sendiri untuk menghambat laju kendaraan dijalan raya. Kalau di Indo rata2 berupa polisi tidur, dan biasanya banyak terdapat didaerah perumahan/kompleks.

Di India, jalan2 didalam kota kota besar seperti New Delhi, dimana macet juga separah di Jakarta, masih dikasi penghalang dimana mana. Tadinya saya pikir ada perbaikan jalan atau kecelakaan, ternyata memang begitu adanya setiap saat, kata sopir taxi yang membawa saya dari Bandara ke hotel di tengah kota. Penghalangnya berupa dua buah struktur kaki tiga ,dihubungkan dengan palang kayu yang dililit kawat duri kaya barikade jaman perang. Dipasang melintang berjarak sekitar 20 meter dengan posisi rapat kiri jalan—rapat kanan jalan –rapat kiri jalan. Selalu terdiri dari 3 rintangan.  Jadi semua kendaraan mau tidak mau harus slalom ,tidak bisa jalan lurus…akibatnya jalan yang sudah sesak tambah penuh dan macet…ditambah  klakson mobil dan motor yang bersahut sahutan, lengkap sudah kacaunya suasana di jalan raya. Tabrakan kecilpun sering terjadi. Tapi tingkah pengendara yang hobby membunyikan klakson boleh ditiru. Tidak pernah keluar sepatahpun caci maki , teriakan atau umpatan dari mulut pengemudi. Motorpun juga banyak yang bersenggolan sampai gubraak…masing2 bangun lagi dan jalan terus, tanpa emosi dan kerubungan orang2 lain.

Diluar kota, jalanan banyak dilalui gerobak besar2 yang mengangkut jerami sampai tinggi, ditarik onta dan berjalan lambat sekali. Itupun tidak membuat pengemudi kendaraan dibelakangnya naik darah,selain membunyikan klakson. Dan memang umum dibagian belakang gerobak ada tulisan besar2 HORN PLEASE….hehehe…. Selain itu didaerah luar kota juga diperbolehkan kendaraan macam bajay lewat dengan muatan 6 orang termasuk supir didalamnya!!!! Sama2 slalom bareng2 gerobak dan motor muatan 4 orang.

Ada speed trap jenis lain, yang saya jumpai dijalan2 highway dari Amman di utara Jordan sampai Adaba dibagian Selatan. Speed trap yang ada disana berupa baja setengah bulat sebesar  kepalan tangan, yang ditanam di polisi tidur  landai dan lebarnya sampai 1 meter. Jarak pasang besi baja masing2 20 cm  berbaris rapih , tersebar merata selebar polisi tidur tadi. Jadi roda kendaraan yang melintas diatasnya bakal gredek gredek gredek dengan irama yang sama tiap2 melindas speed trap itu. Berkendaraan melintas highway King Husein……dari Utara ke Selatan selama 5 jam,dan 5 jam lagi untuk perjalanan kembali membuat saya akrab dengan gredek gredek itu, sampai tidurpun tidak lagi terganggu. Apalagi pada kesempatan itu saya ada didalam taxi charter, Mercedes keluaran terbaru, dengan tempat duduk berjok kulit… nyaman luar biasa. Saya bertanya untuk apa speed trap begitu banyak dipasang di Highway yang sepi, sedangkan dikanan kiri jalan hanya padang pasir, bukan desa dimana banyak orang lalu lalang. Kadang2 saja terlihat kelompok Bedouin dengan tenda2nya dikejauhan ditengah padang pasir. Rupanya untuk melindungi onta dan ternak yang menyeberang jalan. Onta disana merupakan simbol status, ukuran kaya tidaknya seseorang dari banyaknya onta yang dimiliki. Bahkan untuk melamar seorang gadis, onta adalah mas kawin yang paling tinggi nilainya. Jadi Mercedes yang saya tumpangi tidak ada apa2nya dibanding onta!! Jalan disana mulus dan mengilap seperti mengandung minyak,sehingga selalu tampak seperti habis disiram hujan, padahal hampir tidak pernah ada hujan.

 Speed trap yang saya lihat di sepanjang perjalanan dari Pnom penh sampai Siem Reap berupa polisi tidur kecil kecil sebanyak 2 buah, diantaranya ada besi panjang2 yang ditanam dengan posisi menyerong dengan jarak kira2 30 cm. Speed trap ini banyak terdapat pada jalan raya antar kota, dimana pada tiap2 mulut jalan desa dipasang sebanyak 2 buah. Efeknya sama yaitu gredek gredek juga, hanya karena saya menumpang bus umum yang muatannya berat, maka tidak terlalu terasa. Umumnya jalan yang saya lalui di Kamboja ini  sempit sempit. Bahkan ada satu ketika bus harus melintasi sungai menggunakan ferry. Itu waktu naik dari perbatasan Vietnam-Kamboja menuju ke Pnom penh ,melintasi sungai Mekong di daerah yang namanya Neak Leoung.

Sejuta bintang


Petualangan saya kali ini membawa kenangan indah tentang tidur dibawah sejuta bintang .
Tempatnya jauh di sebelah selatan Jordan, tepatnya di Wadi Rum kira kira 300 km dari Petra.
Saya menemukan tempat ini dari website, dan rasa ingin tahu saya akhirnya terjawab setelah tiba disana.
Wadi Rum adalah sebuah gurun yang indah , diperkaya dengan formasi batu batu cadas merah yang tersebar ditengah dataran gurun pasir. Saya tiba ditempat ini sekitar pukul 4 sore, udara masih agak hangat. Jalan menuju ke camp site terbuat dari aspal dengan pemandangan kanan dan kiri jalan adalah gurun pasir . Sesekali terlihat bukit batu dengan berbagai bentuk yang aneh aneh. Kadang seperti bersisik, ada yang seperti dipahat menyerupai candi dan berwarna coklat kemerah merahan ditimpa sinar matahari sore. Di sekitar Wadi Rum ini tercatat banyak sekali Camp site yang sengaja dibuat sebagai atraksi turis, dengan inspirasi kehidupan suku Bedouin yang masih ada di negara negara Arab.
Masyarakat Bedouin ini adalah mereka yang tidak memiliki tempat tinggal tetap. Mereka berkelompok dan berpindah pindah tempat dari satu gurun ke gurun yang lain. Dimana mereka menemukan lahan yang memungkinkan ternak mendapat makan, disitu mereka berdiam untuk waktu yang tidak tertentu. Mereka bukanlah kaum yang tidak memiliki harta, mereka mempunyai domba, bahkan onta yang merupakan simbol kebanggaan bagi masyarakat Arab pada umumnya untuk mengukur seberapa kaya seseorang melalui jumlah onta yang dimiliki, juga bersosialisasi dengan penduduk setempat. Setiap kelompok bahkan memiliki truk untuk mengangkut keperluan hidup mereka sehari hari seperti sayuran dan terutama air, dari desa terdekat. Anak anak juga mendapatkan pendidikan melalui sekolah sekolah terdekat dengan tempat mereka berdiam.
Mereka tidak membangun rumah, tetapi mendirikan tenda tenda menurut keperluan kelompoknya. Tenda tenda Bedouin ini banyak terlihat di sepanjang perjalanan di sekitar Jordan.

Jalan beraspal hanya sampai ke mulut gurun, dan untuk mencapai camp sites yang tersebar digurun harus melalui gurun tanpa tanda apa apa. Bisa dengan kendaraan,naik onta atau jalan kaki. Patokannya berdasarkan bukit bukit batu disana.
Setiap camp site yang ada disana pasti berlindung dibalik bukit batu,mungkin supaya tidak terbawa angin.
Waktu itu saya tinggal di Al Nakheel Camp. Host nya masih muda muda, ada yang asli Bedouin, cooknya dari Egypt, mereka semua ramah sekali membuat saya betah disana. Karena nama saya sulit diingat oleh orang sana, maka saya diberi nama Amar yang artinya bulan..wah… dan sejak itu mereka selalu ingat.


Sore yang sejuk, tenang dan indah, saya pergunakan untuk jalan2 disekitar campsite. Didalam campsite itu ada macam2 tenda yang bisa kita sewa, ada yang untuk 2 orang, ada yang seperti tenda peleton untuk rombongan, ada juga berbentuk gubug kerucut beratap rumbia. Bahkan ada suite room.. pakai tempat tidur dan ada TV tapi tetap atapnya ya terpal. Disamping itu ada juga tenda besar dining room yang hanya biasa dipakai untuk musim dingin. Ada gubug mini bar,ada gubug BBQ. Ada tenda lounge–dengan tempat duduk memanjang dari ujung ke ujung ditutup dengan tenun motif khas Bedouin warna merah menyala dengan garis dekoratif berwarna hitam. Tenda ini hanya beratap dan bertutup terpal sepanjang bagian belakang tempat duduk tadi. selebihnya terbuka . Pada akhirnya saya tertidur di bangku itu, dan banyak juga yang tertidur disana. Bagian yang berdinding bata hanya bangunan toilet. Lengkap dengan shower air panas / dingin dan closet modern. Dibelakangnya adalah bangunan dapur,dan ruang generator. Air untuk keperluan camp harus didatangkan tiap hari menggunakan mobil2 tangki,dan mereka simpan di reservoir diatap bangunan toilet. Tidak perlu hot water karena airnya sudah hangat terjemur panas matahari seharian. Ada genset untuk listrik penerangan disana.


Sunset menjadi saat yang indah sekali..dimana dataran yang tidak berbatas itu berwarna merah menyala sesaat matahari menghilang di horizon. Saya kembali ke campsite setelah hari mulai gelap,sesekali masih terlihat rombongan yang melintas dengan onta.
Sesampainya saya di campsite, lampu2 sudah dinyalakan, dan BBQ mulai dipersiapkan. Menunya ada daging,ayam yang dibakar, dan tidak ketinggalan hidangan wajib: homos dan pita bread . Homos ini selalu ada dalam setiap menu baik breakfast,lunch maupun dinner. terbuat dari jenis kacang2an yang digiling halus, lalu dibuat seperti bubur bayi ,diberi lemon dan olive oil diatasnya. Nasi juga ada, tapi selalu berbumbu , tidak ada nasi putih. Bumbu nasinya juga bermacam macam, ada yang hanya polos gurih seperti nasi uduk, ada juga dengan rempah2 dan dicampur kacang polong, kacang panjang dan macam2 daun2an.Kebetulan saat itu bukan musim liburan, jadi tamu yang datang tidak banyak. Tetapi justru saya bisa bisa makan santai dan ngobrol dengan host campsite sepuasnya. Ada tamu dari Perancis yang juga bergabung ngobrol. Setelah selesai acara makan malam disajikan turkish cofee. Bubuk kopi bukan diseduh seperti biasanya kebiasaan di Indo, tapi direbus dalam wadah kecil sebesar cangkir dan bergagang panjang . Lalu dituang ke gelas kecil. Rasanya pahit dan jauh lebih enak dan harum kopi tubruk bawaan sendiri. Saya selalu membawa kopi bubuk dan gula pasir termasuk spiral pemanas air dari Indo kemanapun pergi.

Jam 10 malam genset dimatikan, lalu berganti dengan obor obor kecil untuk penerangan. Wah….luar biasa romantisnya. Kemudian api unggun dipelataran tengah dinyalakan, sementara itu udara menjadi semakin dingin. Lalu kami duduk disekeliling unggun, dan host memainkan tabla yaitu alat musik seperti gendang kecil sambil menyanyikan lagu2 berbahasa arab dengan african beat..seru. Tabla ini dipangku dan dipukul pukul dengan irama cepat..lalu berhenti berganti ganti, saat pukulan berhenti,yang terdengar adalah echo pukulan yang terpantul pada bukit batu dibelakang camp site… unik sekali. Malam semakin larut dan api mulai mengecil, beberapa orang mulai masuk ke tenda untuk istirahat, dan tabla sudah berhenti. Saat mulai sepi saya masih duduk di tepi unggun,dan menengadah menatap langit yang cerah tak berawan. Disaat itu saya terpukau luar biasa… berjuta juta bintang diatas sana, bertaburan dengan jarak yang sangat rapat, dan tidak pernah saya saksikan dimanapun. Bahkan ketika api unggun padam, jumlah obor mulai dikurangi, sekeliling saya masih terang benderang oleh cahaya bintang2 itu. Persis seperti pemandangan luar angkasa di film2.
Segera saya ke tenda lounge dan mengambil bantal2 sofa dan selimut yang ada disana, saya gelar di tepi unggun dan merebahkan diri disitu. Sambil terlentang saya menikmati indahnya taburan bintang dilangit. Saya menikmati pemandangan ini berjam jam lamanya, sambil mensyukuri kebesaran Tuhan. Suasana hening sekali, tidak ada desiran angin, tidak ada suara2 serangga maupun binatang2 lain. Sesekali terdengar sayup sayup tabuhan tabla dari campsite lain, lalu hening kembali. Sayang rasanya kalau keindahan itu saya sia siakan. Lalu saya pindah ke bangku panjang di tenda lounge karena takut masuk angin,tetapi masih bisa melihat langit dan bintang2 . Rupa rupanya bukan saya sendiri yang akhirnya tertidur di bangku lounge itu..nyaman, hangat dan tidak ada nyamuk..

Begitu pula waktu terbangun saat matahari mulai terbit, remang2 kemudian perlahan2 menjadi terang..saya nikmati sambil berbaring di bangku ooo..luar biasa indah. Kemudian tak sabar saya mendaki bukit dibelakang campsite untuk mendapatkan pemandangan yang lebih lepas kearah gurun pasir…. Wadi Rum, saya ingin kembali kesana…

Ramadhan di Amman

Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Queen Alila  Amman,sudah terasa nuansa Ramadhan yang sangat kental. Sama seperti di bandara Abu Dhabi tempat transit 4 jam sebelumnya, di sudut2 arrival area terhias dengan tenda2 Bedouin yang cantik, lengkap dengan sofa2 tertutup kain tenun tradisional suku Bedouin dengan motif garis2 merah cerah . Ada juga yang ditata dengan rug motif khas timur tengah, dimana orang dapat menikmati kopi dan duduk2 disana. Disitu disediakan makanan2 kecil yang semuanya serba manis, yang dapat dinikmati oleh semua orang yang lalu lalang ditempat itu. Makanan dan minuman yang ada disitu tersedia dari jam buka puasa setempat sampai dengan waktu sahur. Dan yang lebih menggembirakan adalah semuanya gratis..Sayang perut saya sudah penuh dengan sajian di pesawat, karena secara kebetulan saya beruntung di upgrade ke business class, jadi penerbangan selama 3 jam dari Abu Dhabi ke Amman terasa singkat karena makanan dan minuman yang terus menerus ditawarkan.

Tetapi suasana bandara yang sangat ceria itu membuat mata saya terpuaskan,walaupun saat itu adalah pagi buta, sekitar pk 3.00 pagi waktu setempat. Dan yang mengherankan pada jam2 itu aktivitas bandara masih tinggi dengan terlihatnya banyak penumpang yang akan berangkat atau baru tiba. Saya jadi teringat akan keterangan petugas counter ticket di Jakarta,waktu saya mencari alternatif  jam penerbangan yang tiba di Amman lebih siang. Ternyata hampir semua bandara internasional  negara2 di Timur tengah justru memanfaatkan waktu2 pagi buta yang sangat strategis untuk transit dari negara2 Asia ke Eropa maupun sebaliknya, supaya tiba ditempat tujuan pada jam2 normal.Saya lewatkan kesempatan duduk2 di tenda cantik itu karena saya sangat merindukan tempat tidur hotel setelah perjalanan panjang dari Jakarta delapan belas jam lamanya termasuk transit di Abu Dhabi.

Pagi selanjutnya saya memutuskan untuk jalan2 di downtown Amman . Udaranya sejuk,sehingga saya dapat hilir mudik jalan kaki di downtown dengan nyaman. Pertama yang dapat dilihat adalah banyaknya jenis tanaman palm dimana mana. di jalan,ditaman,dihalaman rumah. Kemudian saya masuk area gold souk ( gold market ) dimana suasananya lengang. Karena Ramadhan, saya harus sembunyi2 kalau ingin minum dari botol air yang selalu ada di ransel . Begitu juga kalau ingin merokok, cari pojokan yang sepi . Yang membingungkan adalah waktu saya lapar tengah hari, saat itu saya ada didalam mall Mecca, mall terbesar di Amman .  Semua resto di lantai food court tutup, baik itu resto lokal maupun yang internasional , termasuk Mc Donal , Starbucks juga kedai2 gelatto . Kursi2nya semua di letakkan terbalik diatas meja. Wah…ini tidak saya perhitungkan sebelumnya. Lalu saya lihat di floor yang sepi itu ada sekelompok anak2 dengan seragam sekolah yang duduk dan makan disitu. Rupanya mereka membawa bekal dari rumah. Jadi saya meniru dengan menurunkan salah satu kursi resto, lalu makan sandwich bawaan dari pesawat yang ada diransel. Untung saya lupa mengeluarkannya dari ransel waktu tiba di hotel, untung juga makanan itu masih baik,walaupun bentuknya sudah agak gepeng.

 Ada pengalaman baru sehubungan dengan Ramadhan dinegara ini. Mayoritas penduduk adalah Islam, menjadikan saya ingin lebih tahu apa lagi yang lain dengan kebiasaan dinegara sendiri. Menjelang buka puasa saya mendengar pengumuman bahwa mall akan tutup dari jam 6.00 sore dan akan buka lagi jam 8.00 malam sampai subuh. Itu yang biasa mereka lakukan hampir disemua mall sepanjang Ramadhan. Jadi saya keluar mall untuk melihat suasana berbuka puasa diluar sana, sebelum pulang ke hotel. Amanlah dinner saya ,karena dekat hotel saya ingat ada toko roti yang tadi pagi saya lihat buka .

Saya tiba di toko roti yang harumnya sudah tercium dari jarak jauh ,sebelum waktu buka puasa.Dari luar terlihat sepi,tetapi begitu masuk toko yang luasnya kira2 100m2 penuh sesak dengan orang2 yang berbelanja, 90%  adalah pria. Jenis roti ada puluhan macam,disusun penuh diatas rak2 tinggi seperti supermarket. Diujung belakang terlihat langsung oven2 yang masih terus menerus memanggang roti,sehingga udara didalam terasa hangat .Terlihat paling laku adalah pita bread  berbentuk bundar tipis, ukurannya luar biasa berdiameter 40cm. Itu jenis roti wajib untuk makan dengan lauk apapun. Caranya belinya lipat sehingga berbentuk 1/4 lingkaran lalu dimasukkan dalam kantong plastik kresek dan bayar di kasir. Yang mengherankan saya, seorang rata2 membeli minimal 20 lembar pita bread, nah yang makan berapa orang ? Saya tergolong dalam 10% pembeli yang berdesak desakan diantara pria yang besar2 disitu.

Disudut lain ada meja panjang yang berisi loyang2 bulat dan tipis,diameternya sekitar 60cm. Masing2 loyang berisi jenis penganan basah yang berbeda, tapi semuanya tercetak full sebesar loyangnya. Cara belinya dengan minta sebesar apa yang kita inginkan, dipotong lalu ditimbang. Mau campur berapa macam juga boleh,saya memilih 3 macam.Satu jenis yang seperti martabak manis,satu dengan lapisan paling bawah ada adonan pie,dan satu lagi berlapis lapis seperti croisant. Dihotel baru saya tahu, tiga macam itu rasanya muanis dan sangat muanis. Saya masih membeli semacam gorengan bentuknya lebih besar sedikit dari biji salak, luarnya dilapis dengan gula cair mengkilat. Namanya entah apa saya lupa, waktu digigit luarnya renyah dan didalamnya ada gula cair lagi yang pekat dan luar biasa manisnya.Lain hari saya selalu membawa roti  dari sarapan hotel, untuk bekal makan siang dimanapun.

Pada kesempatan menjelang buka puasa dihari lain masih di Amman, saya kebetulan berada didekat Mc Donal yang menempati gedung sendiri disekitar hotel . Antrian mobil di jalur drive through sampai membuat jalan disekitar itu macet. Saya jadi ingin tahu bagaimana suasana didalam counter pembelian. Kali ini antrian di counter pembelian 100% pria besar besar  semua. Tempat duduk penuh dengan wanita dan anak2 yang duduk menunggu waktu buka puasa, baik yang sudah menghadapi makanan maupun yang belum mendapatkan pesanannya. Kursi2 di teras luar kosong, jadi saya duduk disitu sambil melihat kebalik kaca menunggu antrian agak sepi. Nyatanya sampai waktu buka puasa tiba antrian bukannya makin reda,tapi malah tambah penuh,sementara diluar udara yang tadinya sejuk tiba tiba berubah jadi dingin sekali,dan membuat saya lapar seketika. Terpaksa saya masuk juga kedalam antrian,dan menjadi satu satunya wanita yang nekat ikut antri. Total makan waktu 2 jam sejak duduk diteras sampai saya mendapat sepotong hamburger,french fries dan semangkuk soup. Bersamaan saat saya mulai menikmati hamburger, sebagian ruangan sudah  kosong dan dibersihkan petugasnya dengan membalikkan kursi2 keatas meja.

Suatu Kamis tengah malam saya perlu mengakses internet,dan harus dilakukan cyber cafe terdekat karena hotel tidak menyediakan sarana itu. Saya lihat dari jendela kamar hotel , keadaan diluar masih ramai, jadi saya memutuskan keluar segera. Malam Jumat disana adalah weekend , karena semua kantor dan sekolah libur pada hari Jumat, dan kebetulan saat Ramadhan semua toko2 buka sampai pagi sementara bar semua tutup. Jadi saya tidak merasa takut sama sekali bahkan ikut menjadi bagian dari keramaian tengah malam disana. Gaya anak2 muda Jordan dimalam hari adalah memarkir sedan2 mewah keluaran Eropa,dengan kap terbuka mereka duduk bercanda sambil minum Coke kalengan. Saya menikmati keceriaan mereka sambil berjalan kedinginan. Satu hal yang lupa saya sebutkan, cowo dan cewe di semua bagian Jordan ganteng2 dan cantik2, termasuk anak2 kecilnya. Kira kira kalau di Indo mereka semua bisa jadi bintang sinetron.

Saya kembali ke hotel pk 3.00  pagi, keadaan manusia yang hilir mudik di pertokoan sudah agak berkurang, tetapi mobil2 mewah yang parkir ditepi jalan tambah ramai, juga yang lewat sambil ngebut dengan rem citcitcit  lebih banyak, tapi tidak ada motor diseluruh negara ini. Bunyi rem yang berdecit decit ini jadi  akrab ditelinga saya selama di Amman . Karena kontur kota Amman bagian Timur dan Selatan sebagian besar adalah ‘Jabal’ atau bukit, maka banyak sekali jalan yang curam2 termasuk disekitar hotel tempat saya tinggal didaerah Al Swaifiyah di wilayah Selatan kota Amman. Tidak heran kalau rem mobil jadi lekas aus. Ditengah malam saya sering terbangun karena bunyi ciiiiit braaakkkk disusul teriakan2 mungkin bertengkar,lalu sepi lagi. Maklum hotel yang saya pakai harus bintang 3 kebawah untuk menghemat biaya perjalanan, maka suara2 diluar sana terdengar jelas. Ini hanya salah satu pengalaman Ramadhan dinegara orang, menyenangkan dan banyak kejadian unik yang berbeda dengan di negeri sendiri.