Tidur di hotel bawah tanah?…. Coober Pedy ….

P1100437Di Coober Pedy saya menginap dihotel bawah tanah,  karena ingin merasakan kehidupan gaya ‘underground’ seasli aslinya. Web hotel menampilkan foto2 kamar dengan suasana seperti goa, tapi tidak terbayang bagaimana cara masuk dan ventilasinya seperti apa, karena tidak ada yang menawarkan kamar ber AC, padahal Coober Pedy ada ditengah tengah gurun tandus bagian dari outback Australia. Yang penting harga terjangkau, sudah termasuk airport transfer.

Mobil jemputan hotel jenis 4WD, kotor  berlumpur dari ban sampai ke kaca depan dan samping, dalamnya juga, tambah kotor setelah saya masuk dengan membawa lumpur disepatu. Sejak turun di Coober Pedy, jalan dari pesawat ke gedung bandara sudah membuat sepatu saya berwarna putih lumpur. Duffel juga  saya ambil dalam keadaan belepotan lumpur gurun Australia.

Selesai check in, langsung saya membawa duffel kedalam ‘kamar’. Reception desk ada di bangunan kecil di depan , untuk menuju ke kamar harus melewati halaman gurun yang luas, menuju ke bangunan lain yang isinya dapur umum , ruang makan dan toilet. Lalu dari sana ada pintu dengan access control untuk masuk kearea kamar kamar.  Begitu lewat pintu ber access control, terlihatlah tangga turun jauh kebawah, tangga modern dilapis keramik, turun sampai kedalaman  3 lantai, lalu selebihnya lorong menuju ke kamar kamar berbelok belok dan asli gua bawah tanah. Tapi anehnya udara dibawah sana dingin dan tidak pengap, padahal tidak ber AC. Setiap jarak 20 meter, terlihat lubang bulat berdiameter 50 cm  di langit langit lorong , seperti lubang sumur yang tembus ke udara bebas diatas, dari situ supply udara dan sinar matahari masuk.

Kamar saya private tanpa kamar mandi dalam, jadi kamar mandi terdekat adalah 3 lantai diatas. Kamarnya besar, tempat tidur double bed besar, betul betul goa..dinding dan langit langitnya tanah tidak beraturan, walaupun sudah dilapis dengan cat minyak, tetap saja lantai dan tempat tidur selalu kena rontokan tanah yang jatuh dari langit2. Kebanyakan tempat tinggal, hotel dibangun dengan cara menggali kedalam tanah, sama seperti orang setempat menambang Opal .

Buka tutup pintu , naik turun tangga atau suara percakapan menimbulkan gema sampai kedalam kamar, tapi justru saya bersyukur kalau mendengar orang bicara, berarti saya tidak sendirian dibawah tanah. Hari pertama, kamar sebelah dihuni keluarga dengan 2 anak, celotehnya lucu, tapi malam kedua saya tidak mendengar suara apapun, kamar kamar sebelah gelap semua. Tengah malam saya terbangun karena mendengar ada 2 orang menuruni tangga sambil bicara. Lalu sepi, tidak terdengar suara pintu buka tutup,..nah…saya mulai berpikir ini bagian horornya, rasanya ingin ke toilet tapi tidak berani keluar kamar…akhirnya ketiduran sampai pagi.

P1100489

Dorm tidak berpintu

Besoknya saya telusuri lorong kamar kamar sampai ujung, ingin tahu kemana hilangnya pengunjung tengah malam kemarin, ternyata ada bagian goa tanpa pintu yang berisi banyak bunk bed, dan ada orang tidur disitu. Huh..ketakutan yang sia sia.

Wi-fi juga ada, hanya di ruang makan, tidak  mencapai kamar. Bayar 10AUD per 12 jam tidak terputus, jadi saya startnya malam jam 9 selesai makan, terus sampai tengah malam. Rugi kalau start pagi2, karena seharian tidak terpakai sementara saya jalan jalan keluar hotel.

Hotel ini juga punya dapur luas yang bisa dipakai tamu. 4 malam disini saya menghemat dengan cara masak sendiri sebisanya. Belanjaan saya baguette, susu, telur, macaroni, mentega, keju, tomat., kentang. Kopi, gula dan garam bawa dari Jakarta. Itu cukup buat sarapan dan makan malam. Dapur ini selalu ramai dimalam hari, termasuk diantaranya tamu yang membawa caravan dan menyewa tempat parkir di halaman hotel.  Lain kali saya juga ingin mencoba overland pakai caravan, mau cari teman yang visi-misi nya sama *hemat-nekat-kuat* .

Advertisements

28 thoughts on “Tidur di hotel bawah tanah?…. Coober Pedy ….

    • ya gitu, kadang2 waktu booking ga tahu ‘shared bathroom’ nya seberapa jauh. saya biasa bawa ‘disposable toilet’ buat darurat2 kalo camping atau gitu2 deh, cuma waktu itu ditinggal di koper di Adelaide. resiko milih murah ya itu surprise nya hehee..

      Like

      • Bener mba… kalo bareng kita kan kadang2 mempunyai ketertarikan yang berbeda ya… Syukur kl teman yang bareng punya ketertarikan yang sama, kalo beda kan repot juga…

        Tapi butuh keberanian yang amat sangat bagiku untuk pergi sendirian, makanya salut dengan orang2 yang bisa solo traveling…

        Like

      • Chrysant, solo traveling jaman sekarang sudah ga hebat2 amat kok, semua sudah serba mudah. ada wi-fi bisa tetap kontak sana sini seolah olah ga jalan sendirian. bisa pesan tiket,hotel kapan aja lewat internet.

        Like

      • Betul, intinya memang tantangan menaklukkan diri sendiri dari ketakutan, kuatir, ragu, ketidak nyamanan. Kalau berani dan memang suka tantangan, semua yang kurang kurang jadi ga ada apa2nya, artinya bisa dinikmati dan menjadi pengalaman yang berharga. Mau coba?

        Like

  1. Mba.., suamiku sering cerita soal Coober Pedy ini.., dan dia janji bakal bawa saya ke sana.. Bahkan sahabatnya (orang Australia juga), “ngomporin”.., katanya lewat darat aja, biar lebih berasa nuansa Australia inland-nya (yg garing dan gersang itu..) Astaga! Ke Coober Pedy lewat darat dari pesisir timur Australia..kapan nyampenya..hahaha..
    Mau nagih janji ah ke suami..hihihi..

    Like

      • sehari explore Coober Pedy pakai jalan kaki cukup,habis itu mlipir ke utara, ada danau buaya apalah namanya tuh tempat crododile dundee..sayang waktu itu lagi banjir, aksesnya rada2 bahaya.

        Like

      • Oh ya mba kebayang deh saya macam apa daerahnya.. Orang Aussie nyebutnya daerah Outback, daerah gurun dengan semak belukar dan rawa gitu deh.. Kelihatannya sih gak menarik, apalagi jika dibandingkan dengan hijaunya hutan Indonesia.., tapi di bawah tanahnya itu mba.., mineral berlimpah.. Modalnya mereka membangun negara..hehehe..

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s