Kartu Pos dan Kantor Pos

20150408_120413Edit

Traveling saya sekarang bertambah target. Karena saya mendapat teman-teman baru, diantaranya postcrosser, maka saya selalu menyempatkan diri membeli kartupos, kemudian mengirim dari sana. Masalahnya tidak semua penjual kartu pos menjual perangko. Jadi saya juga harus mencari kantor pos.

Ada banyak serba serbi soal mendapatkan kartupos. Disatu sisi, mencari selembar kartupos buat teman, merupakan keasikan tersendiri. Saya selalu berusaha membeli yang bagus, unik dan mewakili tempat yang saya kunjungi. Tidak sembarangan, kalau bisa dapat yang bagus dan tepat untuk teman yang saya tuju, menimbulkan kepuasan tersendiri.

Ada kalanya saya menemui kesulitan dalam mendapatkan kartupos yang tepat. Biasanya saya membeli minimal 4 lembar kartupos ,  dengan gambar yang masing masing berbeda. Hanya kalau terpaksa bila tidak ada pilihan lainnya, saya membeli gambar yang sama. Dan hanya bila terpaksa saya membeli dikantor pos, yang umumnya tidak memiliki banyak pilihan.

Ada cerita sendiri tentang hunting kartupos. Saya baru sadar belum membeli kartupos ketika malam hari di Bratislava, padahal keesokan harinya saya sudah berangkat ke kota lain. Setelah ber tanya2 kepada orang lokal, saya mendapat info kantor Bratislava buka sampai malam, luarnya biasa biasa saja tapi  interiornya keren.. disana jual kartupos juga. Yaa..tersampaikan juga niat mengirim kartupos ke teman2 postcrosser.

Yang bikin senewen adalah saat saya mencari lokasi kantor pos di Chisinau (Moldova). Di peta yang saya pegang, tergambar letak kantor pos begitu mudah di tepi jalan besar di pusat kota yang segitu-gitu saja. Tiga kali lebih saya bolak balik di sekitar situ, tidak ketemu tanda tanda kantor pos. Ketika saya hampir putus asa, tanpa sengaja saya masuk ‘toko’ yang sedang promo alat alat elektronik. Tanpa disangka itulah kantor pos nya. Hari Minggu buka. Ohlala…. di lobby kantorpos ada kegiatan komersial. Pantas saya mondar mandir tidak ketemu.

Post Office Chisinau

Kantor pos di Chisinau, tidak ada signage POST,POSTA atau mirip miriplah. Foto  dari google map

Pengiriman postcard dengan cara unik adalah ketika saya ingin mengirim dari Transnistria, negara yang belum diakui. Berhubung visa masuk ke Transnistria hanya berlaku 1 hari, waktu saya untuk explore Transnistria sangat terbatas, otomatis saya tidak cukup waktu untuk mencari postcard. Apa yang saya lakukan adalah minta tolong orang hostel yang pada waktu ngobrol2 ketahuan bahwa dia sering ke Transnistria untuk mengantar tamu. Untuk mengurangi resiko salah tulis alamat, karena mereka menulis menggunakan abjad Cyril, maka saya menuliskan alamat masing masing tujuan, berikut salam yang akan saya sampaikan, diatas kertas dengan tulisan tangan saya.

Kemudian saya menitipkan sejumlah uang untuk membeli postcard dan perangko, lalu saya memberikan kertas kertas yang sudah saya tuliskan tsb, tinggal ditempel ke kartupos. Apa boleh buat untuk saat itu tidak ada kesempatan bagi saya untuk memilih sendiri kartupos untuk sobat sobat postcrosser . Cukup salut untuk person yang saya titipi tersebut. Misi saya tercapai , teman teman yang saya kirimi menerima kartupos kartupos tsb 3 bulan kemudian.

Ada kantorpos jenis keliling yang saya temui di pusat kota tua Krakow. Kantor pos nya berbentuk charriot antik, dimana mereka menjual kartupos dan perangko, sekaligus ada kotak posnya.

IMG_1751

Kantor pos keliling di Old Town Square Krakow

Kantor pos paling shocking adalah di Rovaniemi, desa kecil di Finlandia tengah yang memproklamirkan diri sebagai desa asal usul Santa Claus. Perangkonya bertema Santa klaus, postcard yang dijual juga bergambar Santa Claus. Bisa juga kita berfoto dengan Santa Claus, kemudian dicetak di kartupos, tapi m a h a l… Suatu saat saya akan kesana lagi dibulan Desember supaya terasa sukacita jaman masih kecil, dimana Santa Claus adalah makhluk idaman di musim Natal, ditambah suasana bersalju di atap atap bangunan wow..pasti sangat memukau. Sekaligus mengirim kartupos kerumah..cita cita…

Pengalaman lain berkaitan dengan kantor pos adalah ketika saya ada keperluan mengirim paket ke Amsterdam, karena barang bawaan saya sudah terlalu berat disetengah perjalanan. Waktu itu saya sedang ada di Sarajevo, kebetulan kantor pos terlihat dari terminal bus, tempat saya pertama menginjakkan kaki dikota Sarajevo. Walaupun ada kendala bahasa, prosedur dapat dilalui. Mereka punya modul modul box untuk paket, bisa memilih yang besarnya kira kira sesuai dengan kebutuhan kita. Box yang saya pakai tidak terlalu besar, tapi muat barang2 saya sebanyak 7 kg an. Isinya adalah oleh oleh seperti T Shirt,  pernak pernik dan cinderamata yang akan dibawa pulang ketanah air.

Untuk mengurangi beban perjalanan, saya kirimkan dulu sebagian barang barang ke alamat teman yang tinggal di Amsterdam, karena nantinya saya akan kembali ke tanah air dari Amsterdam. Sayangnya sovenir berupa magnet tidak boleh dimasukkan, takut ditolak ketika di scan, ya sudah ikuti saja peraturannya. Sambil berdoa semoga paketnya sampai dengan selamat di Amsterdam. Sarajevo ..agak agak sedikit meragukan, tapi ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti. Mereka menjanjikan paket akan tiba sekitar 2 minggu, pada kenyataannya 5 hari kemudian teman saya mengabarkan bahwa paket sudah tiba dengan selamat. Puji Tuhan….

Begitulah  kartupos dan kantorpos yang sekarang juga saya nikmati .

Advertisements

12 thoughts on “Kartu Pos dan Kantor Pos

  1. Mbak Fee, baruuu beberapa hari lalu aku posting tentang Kartu Pos di blog 😅😅 pas gini kita. Tapi cerita Mbak Fe lebih seruu. Mbak aku mauuu tuker2an kartu pos. Lha tapi aku belum banyak kemana2, jadi kartu pos juga terbatas, dan kayaknya Mbak Fe sudah pernah ke semua tempat yg kudatangi😅

    Like

    • Non, mba aja yg ketinggalan jaman. baru senang ginian belakangan ini. dulu sih jamannya penpal. Aduh kesal juga ya kalau sering ga sampai ke alamat. Mba ngirim ke Palembang selalu nyampe sih…

      Like

  2. Dua jempol deh buat mbak Fe… Itu kayak suami saya yg hobby-nya kirim postcard. BTW, sorry kalo OOT, udah berapa negara yang mbak jelajahi dari sejak traveling pertama kali sampai sekarang ..? Salam hangat, Tika

    Like

    • Haha..terima kasih Tika, mba juga senengnya ngirimi orang, ga ngarep orang balas kok. Eh baru2 ini dihitung lagi udah 98 negara, termasuk 2 negara yang belum diakui PBB, Israel dan Transnitria. Salam utk Tika dan suami..

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s