Petualangan di Patagonia

Patagonia atau glacier dapat dilihat dari 3 arah, pandangan dari atas dimana glacier terlihat sebagai es berbentuk lancip lancip menjulang keatas air, kemudian dari arah danau terlihat sebagai dinding es yang tinggi, dan satu lagi petualangan berjalan melintasi tengah tengah glacier itu sendiri. Saya menjalani ketiga  tiganya, dengan pengalaman yang berbeda satu dengan lainnya. Patagonia, saya capai dari El Calafate di propinsi Santa Cruz  Selatan Argentina. Untuk dapat melihat glacier didanau Argentina, harus melalui Los Glaciares National Park. Dengan bus umum, perjalanan dari El Calafate ke taman Los Glaciares sekitar 1,5 jam. Dalam taman Los Glaciares ,  sudah disediakan jalur yang dibatasi railing kayu dan beralas papan papan deck untuk dapat menikmati pemandangan glacier dari arah ketinggian. Glacier terlihat berwarna putih kebiruan indah sekaligus ujung ujung tajamnya kelihatan mengerikan. Jalur itu ada ditepi danau Argentina, dengan berjalan kaki selama satu jam menuju kearah dermaga tempat pelancong dapat naik kapal untuk keliling danau .  Untuk naik speedboat melintasi danau mendekat kearah Glacier Perito Moreno, harus membeli tiket extra tidak termasuk tiket masuk taman. Ajaib bagaimana es yang tampak lancip lancip  mengapung diatas danau dilihat dari balkon observasi taman Los Glaciares, sekarang terlihat sebagai dinding es yang tinggi sekali bahkan  mencapai 60 meter seolah muncul dari air danau. Sesungguhnya itu adalah bagian dari gunung es yang sangat besar dibawah permukaan air, sambungan dari dataran es di kutub Selatan. Saya beruntung waktu itu melihat patahan es sebesar dinding gedung 3 lantai jatuh ke air danau. Suaranya seperti dentuman meriam!! Retakan yang menjalar mengeluarkan suara meledak ledak..seperti tembakan keras sekali, lalu detik berikutnya tak kalah dahsyat saat retakan itu terbanting menyentuh air danau…byuuuuuurrr airpun memercik kesegala arah….dan kapal yang kami tumpangi pun selama beberapa saat mengayun hebat, karena jaraknya dekat sekali  cukup mengagetkan. Sebenarnya itu adalah proses yang sangat alami, tapi tidak tiap saat terjadi dan terlihat. Setelah tenang, terlihat potongan2 es dalam bentuk dan beragam ukuran mengapung diair. Bongkahan es itu tidak mencair karena air danau itu sendiri dinginnya seperti air es. Dari jauh sepertinya glacier itu sangat tajam2 dan tidak mungkin dilalui orang, tapi saya sudah terlanjur booking rombongan trekking melintasi glacier. Mau batal tidak mungkin karena harganya cukup mahal dan saya sudah bayar semua. Trekking yang saya ikuti katanya tidak berbahaya, ice trekking istilahnya .

Berangkatnya dari dermaga yang lain, kembali lewat jalur observasi, kemudian naik bis ke port Bajo de las Sombras masih didalam taman Los Glaciares. Dari port Bajo de las Sombras naik boat lagi kearah belakang dinding glacier yang tadi terlihat dari balkon di jalur observasi. Sekarang petualangannya beda dari yang tadi tadi. Begitu kapal merapat ketepi airnya jernih sekali berkilauan seperti kristal, karena dibagian dasar air adalah es murni . Kemudian rombongan dibagi menurut grade yang kami pilih, group mini trekking paling banyak jumlahnya ada 20 orang,  sedangkan makin tinggi gradenya makin sedikit pesertanya. Rombongan 20 orang ini berangkat dengan 4 pemandu. Rombongan ice trekking jumlahnya 8 orang termasuk saya dan 2 orang pemandu . Masing masing kami dipinjami kapak kecil dan crampon, berupa besi yang diikatkan ke sepatu dengan paku paku dibawahnya, perlengkapan lain seperti baju hangat, topi dan lunch box harus bawa sendiri. Tempat beli makanan hanya ada di pelataran bus didepan gerbang Los Glaciares, sebelum berangkat ke Bajo de las Sombras, saya membeli lunch box disitu. Kami diberi pengarahan singkat cara berjalan dengan crampon, kalau menanjak dengan ujung kaki depan, kalau turun dengan tumit menancap di es. Mula mula perjalanan diatas es datar yang luas, melewati genangan air yang membentuk danau berwarna biru , lama lama makin sempit sampai akhirnya hanya sebesar lorong yang hanya bisa dilalui seorang seorang. Kami sudah masuk kesela sela glacier. Karena tempat berpijak semakin tidak beraturan dan sempit, kapak kecil sangat membantu untuk berpegangan dengan cara ditancapkan ke dinding es. Diapit dinding es dikanan kiri tubuh rasanya tidak begitu dingin dibanding diatas boat dan di balkon observasi yang banyak angin. Saya bahkan sempat berkeringat bukan karena gerah, tapi ngeri terpeleset karena berjalan dengan crampon yang berat dan kaku sekali. Kami terus berjalan sampai tiba disatu lubang mirip goa tapi dari es, disini agak lebih lebar berbentuk seperti terowongan bulat, dan warna dindingnya berubah menjadi lebih bening dan berkilau kilau. Mendadak bunyi disekitar kami berubah jadi sangat hening…kami sudah masuk kedalam glacier. Indah sekali suasananya, kami berhenti beberapa kali untuk berfoto foto. Pantulan suara kami didalam goa es beda sekali dengan di goa batu atau tanah…jernih sekali. Crampon dan kapak yang menancap di es berdenting denting memantul balik seperti musik. Sesekali kami dikejutkan dengan bunyi bunyian aneh, seperti suara orang bersiul tapi fals , makin keras lalu hilang perlahan. Pemandu bilang itu ada glacier diluar sana retak. Langsung dagdigdug…goa ini bakal runtuhkah? Pemandu hanya tertawa..itu jauh sekali. Saat berikutnya berbunyi seperti binatang melolong mengerikan atau mirip mirip begitu, katanya pucuk glacier patah. Lain waktu bunyinya seperti mobil direm mendadak lalu slip…ciiiiiiiit..katanya angin nabrak dinding glacier. Wah banyak bunyi bunyian aneh  walau jedanya lama. Kami berjalan didalam lorong goa kira kira 30 menit sambil terkagum kagum, sebab setiap tikungan pasti memberikan pemandangan yang berbeda. Kami tidak membawa lampu tetapi didalam terang benderang seolah ada cahaya biru dimana mana. Kejutan selanjutnya ketika kami ada diakhir goa…tiba tiba cahaya jadi sangat menyilaukan karena terang diluar memantul ke dataran glacier diudara terbuka. Kami muncul diatas glacier yang runcing2 itu!!… Walaupun datarannya terlihat luas, tetapi terlihat banyak retakan jalur  sempit sempit yang menerus kebawah , jurang es..wah saya begitu kagetnya sampai tidak berani menapak jauh dari mulut goa. Memang indah diatas glacier bisa memandang danau Argentina sekaligus bukit berpohon di taman Los Glaciares , jauh disebelah sana terlihat Mt Fitz Roy yang legendaris dan puncak gunung idaman pendaki es, disebelahnya adalah pepohonan taman National Torres del Pine, bagian perbatasan dengan Chile. Patagonia memang ada diperbatasan Chile dan Argentina dibenua Amerika ujung paling Selatan. Setelah kami puas berfoto foto, pemandu memanggil kami untuk sama sama toast setelah membuka botol champagne  atau wishkey ? (tidak penting, saya toh tidak bisa minum jadi tidak tahu perbedaannya) yang sebelumnya direndam dalam cekungan es, bahkan mereka memasukkan juga kristal es kedalam gelas.  Kemudian kami diberi waktu 30 menit untuk lunch dan explore diatas glacier. Karena kami ada diatas glacier angin yang bertiup lebih terasa dingin dan kencang dibanding didanau, sampai saya harus berlindung dibalik pemandu yang badannya paling besar supaya bisa makan dengan tangan tidak gemetaran. Kami semua minum air glacier yang tertampung dicekungan cekungan es. Air murni jernih berkristal es kecil kecil..air es alam!! Pantas tadi waktu saya mau beli air kemasan kasirnya bilang tidak usah berat2 bawa,  diatas banyak air, dalam pikiran saya disediakan air minum gratis, ternyata air glacier. Setelah semua selesai makan, kami kembali menuruni glacier lewat sisi yang lain, kali ini makin heboh karena kami harus turun satu persatu dengan tali untuk mencapai dasar glacier yang terendah. Saya berhasil turun tanpa gagal…duhhhh pantas disuruh makan dulu, karena butuh tenaga buat menancapkan kapak ke dinding es ekstra lebih kencang dibanding didalam lorong es. Foto2 ice trekking disini terpaksa pinjam sana sini untuk menggambarkan keindahan sekaligus dahsyatnya perjuangan berjalan di glacier karena persis sebelum trekking saya mengganti memori card di kamera, kemudian kamera itu dijambret pencoleng di Buenos Aires 2 hari berikutnya. Yang saya tangisi bukan kameranya, tapi foto2 ice trekking hilang semua sebelum sempat dipindahkan ke netbook. Itulah kadang malas memindahkan foto2 akibatnya menyesal.

Advertisements

39 thoughts on “Petualangan di Patagonia

  1. Aku tadinya nggak mau tergoda nge-klik artikel ini. Takut menyesal. Takut tau-tau ngambil naas dalam-dalam terus ngelepasnya begitu aja, like “Huuufffttt..”.

    Tapi “nggak sengaja” akhirnya nge-klik juga. Dan beneran nyesel..
    Nyesel ga bisa ada di sana…… 😦

    Like

      • waaa NZ ada dalem list aku mbak. sampe skrg blom kesampean 😦 pengen menjelajah negara yang jarang di datengin orang sih kayaknya adventure banget gitu hehe

        Argentina juga menarik untuk di datengin kayaknya

        Like

  2. Aduh, mbak. Lemes dengkulku lihat Patagonia ini. Paling seneng dulu lihat The Amazing Race berkunjung ke sini karena landscape yang keren, ini ditambah foto Mbak Fe lagi.

    Turut berduka buat kameranya ya,mbak. Kamera bisa dibeli, momennya yang susah diulang lagi.

    Like

    • Iya bagus,walau jalaninya ngeri2 sedap…betul The Amazing Race pernah kesini, juga tempat2 asik lainnya..
      Kameranya hilang..tapi payung hadiahnya waktu beli kamera masih ada hahaa….makasih ikut prihatin ..sudah direlakan..yang jambret pasti perlu buat hidup.

      Like

  3. Keren banget Mbaaaaakk
    Patagonia masuk bucket list South America saya bareng Easter Island, Galapagos, Salar de Uyuni, Chichen Itza, dan Machu Picchu.
    Seneng kalo liat orang Indonesia udah ke Patagonia, berarti bukan suatu hal yang nggak mungkin buat saya lakukan nantinya 😀
    Minta izin buat masukin blog Mbak ke blog roll saya ya :))
    Salam kenal Mbak, nama saya Eky.

    Like

    • halo Eky, salam balik..makasih ya sudah mampir. Passion nya sama ketempat tempat yang jarang diminati wisatawan Indo secara umum. Makanya mba ga pernah punya teman jalan hehee….diantara tujuan itu Galapagos yang paling biasa2 aja jauh dibawah ekspektasi mba. Macchu Pichu, Chichen Itza, Salar Uyuni dan Easter Island memang betul2 spektakuler, kebetulan mba sudah pernah semua. Semoga tercapai…

      Like

  4. fe, artikelmu kereen, tapi ada yg mau ditanyakan saya bukan pendaki, ga bisa renang, nah di sana aman ga buat org spt gue ini? karena 14 Okt 2016 sdh brkt via brazil, yakin ga bakal ambruk ya tebing es nya???

    Like

    • wooow…tebingnya kalau mau ambruk ya ambruk aja dong, siapa yang bisa jamin dia aman 100%…tapi mereka juga sudah memperhitungkan jalur2 yang aman. Treking di glacier ada tingkat2 kesulitannya. Bisa pilih sendiri sesuai kemampuan. Kalau berat,tinggi badan atau kondisi fisik/kesehatan peserta kurang memenuhi syarat, mereka akan melarang. Selamat mencoba…salam..

      Like

    • Hi Tjatur, makasih sudah mampir baca2, aman untuk apanya nih? ada cruise, ada hiking ada ice treking. masing2 tingkat kesulitannya beda, harganya juga beda. Cuma kalau lengkap ya cobain semuanya dong. Mereka sudah memperhitungkan segi pengamanannya, tapi alam juga punya cerita sendiri. Kalau ragu ya jangan, tapi ngapain kesana kalau ga hiking , lihat glacier dari dekat pakai boat, atau nyobain jalan diatas glacier yang runcing2 dan masuk kedalamnya…ah seru deh pokoknya..selamat jalan jalan ya..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s