Pulau terapung di danau Titicaca

Uros2

Pulau terapung di danau Titicaca ada puluhan jumlahnya, berkelompok disuatu lokasi terpencil ditengah danau yang terletak diantara Bolivia dan Peru.  Untuk mencapai kesana, dari wilayah Peru, harus menggunakan speedboat dari Puno, kota kecil ditepi danau, yang berjarak 100 km lebih dari kota Juliaca (kota terdekat yang mempunyai bandara). Perjalanan dengan speedboat memakan waktu 2 jam, melewati sela sela tanaman rumput liar yang tangkainya tinggi tinggi, diantaranya ada yang lebih dari 1 m dari permukaan air danau.  Mengapa disebut pulau terapung dan apa anehnya?

Pulau pulau itu buatan suku Uro Aymaras, dahulunya karena terbuang dan tidak diakui identitasnya, mereka tidak berhak atas tanah daratan, sehingga mereka membuat pulau pulau untuk tempat bertahan hidup.

Uro Aymaras (Uros) memanfaatkan tanaman rumput liar yang banyak tumbuh didanau, mereka menyebutnya totora. Totora ini diikat vertikal, lalu digabungkan dengan ikatan ikatan lainnya, sehingga menjadi luas. Kemudian mereka menghamparkan totora secara horisontal dilapisan paling atas. Begitulah anyaman totora itu mengapung diatas danau. Untuk memelihara ketahanan ‘pulau’ , mereka harus menambah, mengikat dan mengganti totora yang rusak setiap hari. Ketika kita berjalan diatasnya, kadang kaki bisa terperosok agak kedalam, dan disitu terasa dinginnya air danau.
Demikian pula cara mereka membuat rumah, bahkan membuat perahu dari totora. Mereka hidup secara sederhana, dengan memancing ikan, memasak diatas tungku yang dialasi  batu untuk mencegah terbakarnya totora. Tanpa listrik dan teknologi apapun. Sekarang kehidupan mereka agak berubah dengan banyaknya turis yang berkunjung. Mereka mendapat penghasilan tambahan dengan membuat dan menjual hasil kerajinan tangan. Pulau yang saya kunjungi adalah Santa Maria, tergolong agak besar dibandingkan dengan 40 lebih pulau pulau lainnya, dihuni oleh 5 keluarga. Mereka tidak berbahasa spanyol seperti kebanyakan kaum Inca, tetapi berbahasa Aymara.

Pulau terapung sejenis, ada juga yang dapat dicapai dari wilayah Bolivia, tetapi jumlahnya lebih sedikit.

Advertisements

21 thoughts on “Pulau terapung di danau Titicaca

    • aduh souvenir disana murah2 tradisional sekali, sampai ga ditawar lagi, kasihan.. ya sampai sekarang Aymara tidak diakui, tapi tidak dimusuhi. mereka betul2 independen dan konsisten hidup seperti itu dengan rasa bangga lho..

      Like

  1. Luar biasa ya daya tahan manusia dalam bertahan hidup.., terbukti dengan orang Uros ini.. Dan seperti biasa, luar biasa perjalanan mba Fe sampe “nyungsep” ke Danau Titicaca.., saya pernah lihat dokumenter danau ini tapi berasa luar biasa kalo yg cerita orang Indonesia. Salut mba!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s