Gembok Cinta

P1070510

Gembok bergantungan di pagar jembatan sungai Ljubljanica yang melintasi jantung kota Ljubljana, membuat saya heran kenapa begini banyak gembok ditulisi nama nama orang.  Karena saya bebas lontang lantung kemana saja, selalu sempat komunikasi sama teman teman di tanah air entah lewat grup bb atau fb, lalu iseng saya pasang foto gembok gembok itu,  sambil bertanya barangkali ada yang tahu artinya.

Sampai akhirnya seorang teman memberi info bahwa gembok itu tradisi ‘peringatan/penyatuan/ikatan cinta blablabla’, biasa dilakukan oleh pasangan yang baru jadian,  entah pacaran atau menikah.  Lha saya mau pasang nama siapa dong?

Lalu geng Arsitek rame rame usul supaya saya pasang gembok ARS,  supaya pertemanan kita langgeng.  Geng Arsitek ini memang paling kompak, kocak, rame, konyol, badung, kreatif ‘ngerjain-sesama-teman’ sejak dari jaman kuliah dulu.  Ya lihat nantilah, kalau sempat beli gembok saya akan pasang disana.  Lagi jalan jalan masa harus sengaja cari supermarket untuk beli gembok.

Seperti kota kota di Eropa pada umumnya yang dilalui sungai, pasti banyak jembatan jembatan yang melintas diatasnya. Kebanyakan di Lljubljana, jembatannya tua tua, pagarnya dari beton besar besar. Yang saya lalui ini jembatan baru, modern minimalis, lantainya kaca tebal dan pagarnya dari stainless ramping, lalu pengisi pagarnya dari sling baja. Diujung, tengah dan railing jembatan dihias dengan artwork contemporer, figure binatang binatang ajaib, terbuat dari logam. Jembatan ini khusus untuk pejalan kaki menghubungkan plaza didepan St Nicholas Cathedral dengan pedestrian Petkovškovo nabrežje , pengendara sepeda juga bisa nyaman melaluinya, selain bagian yang bertangga, disediakan juga ramp untuk sepeda, sepatu roda atau kursi roda.

Kembali ke urusan gembok, baru teringat lagi setelah jalan menuju pulang ke hotel. Aduh, kalau suruh balik ke supermarket untuk beli gembok, rasanya sudah terlalu malam, dan saya sedang lapar laparnya saat itu. Digang yang mengarah ke hotel saya mampir ke Chinesse Resto untuk makan malam. Resto nya sepi , hanya ada 1 meja yang terisi tamu , satu meja lagi saya, mungkin sudah terlalu malam. Sepi sepi juga lumayan lah saya bisa makan nasi setelah sebulan kelilingan di Eropa tidak ketemu nasi yang beres. Saya duduk menghadap ke jalan, sambil menikmati suasana gerimis malam diluar sana.  Dinginnya luar biasa walaupun sedang hujan, tapi saya tidak mau masuk kebagian dalam yang tertutup dan ber pemanas, supaya bisa merokok.

Tanpa sengaja saya melihat gembok yang ada di kaitan pintu kayu didepan saya duduk, persis setinggi mata . Waaah…pas betul saya lagi mikirin gembok. Langsung semangat berkobar untuk mendapatkan itu gembok, tapi bagaimana caranya, minta tidak mungkin dikasih, mau dibeli juga belum tentu boleh. Sambil menimbang nimbang dosa, saya lihat didaun pintu satunya juga ada gembok yang lebih besar. Nah gembok yang didepan mata saya itu ukurannya sedang, dan posisinya terbuka…. sasaran yang menggoda sekali…

Pokoknya saya harus dapat gembok itu, demi permintaan geng sontoloyo, curi…dosanya ditanggung rame rame. Sepanjang makan saya meneliti situasi di resto, meja satunya agak jauh dari pintu, kasir ada didalam ruangan ber pemanas, tidak ada CCTV, hanya ada cermin kecil di dinding dekat pintu seperti kebanyakan  Chinesse Resto. Strateginya, nanti didepan pintu saya bentangkan jaket untuk menghalangi cermin, lalu nyambar gembok dan kabur.  Selesai makan, tips sengaja saya kasih agak royal, buat nebus gembok.

Dasar tidak pernah ngutil, ada aja halangannya. Baru 3 langkah dari meja, saya sudah tiba dikaitan bergembok, langsung grogi karena posisi gembok ternyata setinggi pundak…haduuh buyar sudah taktik bentang jaket, tetap saja tidak bakal ketutupan. Terpaksa saya buru2 menggeser badan supaya bisa menutupi tangan kiri  menggapai gembok, sepertinya mencabut gembok terbuka segitu saja susahnya minta ampun,  sambil deg degan perlahan lahan saya keluar supaya tidak mencurigakan, padahal rasanya ingin lari cepat cepat menjauh dari situ.  Setelah dipikir pikir ngeri juga kalau sampai ketahuan,  gara gara ngutil gembok dilaporkan polisi, mending kalau gembok baru, gembok bekas..hiiii. Beres lah, gembok sudah dapat, nanti malam ditulisi, besok ke jembatan masang gembok .

Sampai dihotel, saya mikir, kalau ditulis pakai spidol nanti bisa luntur. Setelah bongkar bongkar backpack, ternyata ketemu obeng kecil, lalu saya gunakan untuk ‘graveer’ gembok kuningan dengan ujung obeng.  Jadinya seperti ini.

IMG00168-20100924-2203

Besoknya pagi pagi masih gerimis, saya sengaja ambil jalan menuju jembatan lewat resto semalam , niatnya motret pintu resto . Kaitannya masih kosong, bossnya belum beli gembok baru ….sementara gemboknya sudah pindah kekantong saya, tergraveer paten.

Setiba di jembatan kaca, saya pilih lokasi strategis untuk memasang gembok, jepreet…tidak perlu buang anak kunci, lha ngutilnya tidak termasuk kunci sih…lalu difoto untuk pertanggung jawaban kepada geng Ars.

P1070512

Di postingannya saya tulis…siapapun yang sampai ke Ljubljana harus cari gembok ini, cium 20x buat menebus jerih payah saya,  semoga abadi pertemanan Arsitek 80.

P1070806

Monumen gembok yang saya temukan di Budapest

Advertisements

25 thoughts on “Gembok Cinta

  1. aih…aih… seru banget Mba Fe, sampe2 restonya ngga digembok. Untung di eropa aman, ngga digembok gpp. Tapi diprentilin ma orang Indonesia hehehe…
    Ntar kalo ada rejeki aku jalan ke sana aku poto-piti yaakkk hehehe

    Like

  2. Hahaha..kasian yg punya resto. Saya pernah nonton film judulnya “now you see me”. Setting akhirnya di jembatan yg pagernya penuh gembok gitu. Di prancis kalo ga salah. Trus didasar sungainya banyak banget anak kuncinya.
    sempet maen ke postonka jama ga mbak di slove?

    Like

    • iya betul, kalo masangnya gelang emas pasti ilang hahaa…. ditempat ziarah Katholik ada yg masangnya saputangan warna warni, atau pita, di Taiwan masang lampion kecil2 pake bel dibawahnya..maksudnya kan sama, paling jelek ya gembok..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s