Nekat memanjat Sydney Harbour Bridge

004_4

Memanjat Sydney Harbour Bridge tidak pernah ada dalam keinginan saya, sampai suatu saat ketika saya berjalan jalan di The Rocks,  masuk ke visitor center BridgeClimb untuk sekedar ingin tahu.  Disana dipasang foto foto celebrities yang pernah naik keatas jembatan, brochure , buku buku dan souvenier . Tidak terlalu luar biasa, lalu saya ke information desk untuk iseng menanyakan tarip naik keatas sana. Singkat cerita saya memutuskan untuk tidak mau mencoba yang ini, merinding…bukan takut petualangannya, tapi karena taripnya. Pokoknya terlalu mahal buat budget saya.

Begitu  membalikkan badan untuk keluar, saya melihat barisan orang yang akan mendaki jembatan, berjalan diatas catwalk besi yang menghubungkan mezzanine diatas reception desk, mereka sudah memakai wearpack lengkap dengan atribut2nya seperti astronot…duh keren. Langsung saya berubah pikiran, ingin ikutan juga.

Saya kembali ke information desk, tanya tanya lebih detail soal tarip. Yang paling murah adalah mendaki curva yang lebih rendah, untuk 2¼ jam harganya  AUD150, tapi sudah fully book , jadwalnya 3 hari kemudian baru dapat…bah, saya besoknya harus terbang, jadi terpaksa ambil yang lebih mahal,  AUD175 naik curva yang paling atas!!!

Ternyata ritualnya tidak sederhana, ada pengarahan, cek kadar alcohol dalam tubuh, tandatangan perjanjian, pasang perlengkapan, simulasi , baru go show..

Pertama kami seregu 14 orang dikumpulkan dalam ruangan bulat, diberi pengarahan, ditanya masalah kesehatan, lalu ditest kadar alcohol dengan meniup alat seperti di film film,  kami juga disuruh mengisi formulir perjanjian, data kesehatan, alamat dan lain lain.

Setelah dibagikan wearpack sesuai ukuran , kami berpindah keruang ganti baju, dipersilakan ke toilet dulu kalau perlu, lalu kami harus menyimpan ransel/barang barang termasuk perhiasan, jam tangan, dan kamera kedalam locker. Hanya kacamata diperbolehkan.

Mungkin takut ada yang membawa kamera dibadan, kami harus melalui metal detector.

Selanjutnya adalah pemasangan perlengkapan. Kami digiring dari satu keranjang ke keranjang lain,  untuk mengambil mantel, saputangan, peluit, lampu kepala, topi.

Ternyata di wearpack banyak sekali kaitan kaitan kecil di pinggang, dibahu dan di leher, gunanya untuk menyangkutkan perlatan tadi. Mantel yang sudah dikemas kecil, harus dikaitkan dipinggang, peluit dibahu,kunci locker dan lampu kepala dikalungkan dileher, bisa perlu lampu bisa tidak, sebab kami naik menjelang sore. Saputangan diikat ditangan. Topi dan kacamata diberi tali dan harus dikaitkan di kaitan belakang leher.

Setelah itu kita diberi ikat pinggang besar seperti safety belt dipesawat, cara memakainya diselip, diputar kebelakang, dilipat lipat, ruwet lah …jaminannya tidak akan lepas selama dipakai. Di ikat pinggang itu ada tali lagi yang menjulur, diujungnya ada bola besi bergigi didalamnya. Simulasi pertama dilakukan dengan menyangkutkan bola besi tersebut ke handrail, lalu kami harus membuang berat badan kebelakang untuk mengetest apakah ikat pinggang sudah nyaman, dan apakah bola besi tersebut tidak lepas.

Kemudian kami diajar cara memasang bola besi ke kawat baja sebesar ibujari, replica dari kawat sungguhan nanti disana. Cara memasukkan bola kedalam kawat tidak boleh terbalik, karena gigi didalamnya menahan untuk tidak berputar sebaliknya.

Satu persatu kami ditest cara memasukkan bola, lalu memanjat tangga besi dan turun lagi. Terakhir kami dipasangi headphone , yang terhubung dengan leader untuk berkomunikasi dan memberikan instruksi . Dari awal dipanggil sampai siap berangkat menghabiskan waktu satu jam. Sayang prosedur ini tidak bisa difoto, karena semua kamera harus disimpan di locker, padahal unik .

Berbarislah kami berurutan menuju pintu naik dikaki penyangga jembatan, lewat catwalk besi yang melintas diatas area reception…yang bikin saya nekat bayar mahal karena terpesona melihat grup terdahulu lewat situ. Gantian orang orang dibawah yang nonton kami lewat.

Begitu pintu dibuka, langsung terlihat tangga naik keatas, model tangga untuk naik ke genteng.. hadooh. Satu persatu dimulai leader kami memasukkan bola besi kedalam kawat baja, kemudian mulai memanjat. Selama naik kami harus menjaga bola besi tidak terpelintir saat tangga berbelok. Tangga naik ini sempit dan zigzag diseling dengan bordes, masih dalam ruang tertutup karena kami masih berada dalam ruang penyangga. Tapi dibawah sana sudah jalan raya,  mobil mobil berseliweran terlihat dari pijakan tangga . Pertama kali melirik kebawah rasanya ngeri juga, tapi saya terus memanjat tanpa melihat kebawah, sampai mobil mobil terlihat makin lama makin kecil. Setelah tangga itu habis, kami dipersilakan kalau mau menggunakan toilet, atau minum, sesudah tahapan ini tidak ada toilet dan minum lagi sampai kembali turun. Kalau mau batal ikutan, ya disini tapi uang tidak kembali.

Kami lanjut karena tidak ada yang ingin minum atau ke toilet. Sekarang tidak naik tangga, kondisinya rata, kami berjalan diatas jalur besi sempit berlubang lubang.  Sesekali harus melompati balok besi setinggi betis yang melintang, sementara pemandangan dibawah sana separuh jalanan mobil, separuh lagi air. Sampai suatu saat kami tiba di curva teratas yang terbuka bebas. Malah disini tidak lagi mengerikan, karena jalurnya lebih lebar, dan bagian yang kita injak tidak tembus pandang kebawah, menanjak landai sampai kepuncak jembatan. Anginnya besar sekali, makanya semua  peralatan dikait ke baju supaya tidak terbang. Diatas kami diberi waktu 15 menit untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan Sydney Opera House dan sekitarnya. Sayang tidak boleh membawa kamera, padahal rasanya ingin sekali semua pemandangan memukau dari atas sana difoto. Saat dipuncak itulah kami difoto oleh fotografer BridgeClimb, per grup maupun seorang seorang…waah pasti nanti dijual mahal. Sesekali leader memberikan penjelasan lewat headphone.

Perjalanan pulang tidak menuju seberang sana, tetapi kembali ke arah kami datang, hanya melalui sisi satunya, (jadi tidak berpapasan dengan grup berikutnya) setelah berjalan melintang lebar jembatan melalui jalur yang sempit dengan railing lebih banyak melompongnya dikanan kiri . Ini lumayan mendebarkan. Lebih mendebarkan lagi waktu menuruni tangga zigzag. Keadaan sudah mulai gelap, nah pada saat turun mau tidak mau  harus melihat kebawah, supaya kaki tidak salah pijak. Sekarang rasanya butuh toilet..

Tepat 3½ jam kemudian kami tiba dengan selamat di visitor center, di brosur disebutkan katanya 1.332 step, entah termasuk tangga atau tidak. Pengembalian peralatan juga berurutan. Masing masing harus di masukkan kedalam corong bertuliskan jenisnya. Begitu dilempar langsung terhisap angin, disalurkan dengan pipa fleksibel besar, mendarat di keranjang tempat kami mengambil peralatan tadi .

Kemudian kami diarahkan ke counter pengambilan sertifikat , dan foto foto hasil pengambilan fotografer dipuncak sana dipajang di layar dibelakang counter. Sertifikat gratis, tapi foto harus beli, mahal pula. Ya terpaksa lah dipilih beberapa, daripada tidak ada bukti sudah sukses menyelesaikan BridgeClimb.

Climb togetherClimber Certificate

Setiba dirumah (saya menginap dirumah Yani, teman kuliah Arsitek di Bandung), saya bercerita habis ikut BridgeClimb, sambil menunjukkan foto dan sertifikat dengan bangga. Yani yang sudah tinggal di Sydney bertahun tahun belum pernah naik kesana. Lalu giliran dia yang merinding ketika tahu saya menghabiskan sekitar 2,5 juta rupiah setelah di total sama beli foto dan secuil souvenir, terbayang kalau anak anaknya 3 orang minta ikutan BridgeClimb semua,  apalagi minta ditemani ortu. Tarip sekarang bahkan lebih mahal, biaya belum termasuk beli foto adalah AUD 235.

Dikemudian hari saat memandang Sydney Harbour Bridge, mata saya terfokus pada puncak lengkungan paling atas, selalu ada deretan pendaki  yang hanya terlihat sebesar  semut, sambil membatin saya pernah ada disitu. Ternyata banyak juga orang (nekat) yang rela membayar mahal untuk petualangan mendebarkan..

Alamat BridgeClimb :

3 Cumberland Street, The Rocks

Sydney, NSW 2000

Advertisements

20 thoughts on “Nekat memanjat Sydney Harbour Bridge

    • lha kamu kan pendapatannya dolar, mba kan rups…lagian targetnya backpacking menjurus shoestring heheee….memang cukup sekali aja yg ginian..maksudnya mau coba yg lebih aneh lagi kalau ada….oya, crewnya mantab

      Like

  1. Hahaha..langsung deja vu lihat post yg ini.. Apalagi saya manjat jembatan ini gak lama dari mba, sekitar Januari 2011.. Busyet mba.., lagi panaaaaasss bangets! Sydney 40’C hari itu.. Tapi di atas jembatan adem sih.., ada angin sepoi-sepoi soalnya.. Dan bener.., banyak orang yg seumur-umur di Sydney atau Australia aja belum pernah manjat ini jembatan..

    Like

      • Ke Antartika, mba.. Dari Sydney bisa naik Qantas, tapi cuma terbang di atasnya, gak mendarat. Yang terbang dari Chile bagian selatan itu yg mendarat di Antartika. Tapi ongkosnya masih mahal sih, belum ada budget airlines ke sana..hehehe..

        Like

      • iya, waktu itu sudah sampai Ushuaia, dikit lagi sudah Antartika, tapi harus lewat Chile..yah sudah..lain kali deh..sama mahalnya dengan ke North Pole..pengennya dari scandinavian sana

        Like

      • Ya ampun mba! Ushuaia mah udah ujung selatan banget! Kalo dari apa yg saya pernah dengar, yg dari Chile berangkatnya dari kota Punta Arenas.. Kalo ke North Pole bisa lewat darat kali ya mba..?

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s