Yerba Maté

2914587-cup-from-calabash-with-yerba-mate-tea-and-straw

taken from 123RF

Yerba Maté adalah sejenis tanaman yang tumbuh di Amerika Selatan, khususnya didaerah Argentina, Brazil, Paraguay dan Uruguay.  Jenis tanaman ini diambil daunnya untuk dikonsumsi sebagai minuman dengan cara diseduh seperti teh. Cara tradisional membuat dan menikmati Yerba mate unik.  Wadah dan pipa pengisapnyapun khusus. Saya belajar menyeduh Yerba Maté di El Calafate, jauh di selatan Argentina, dengan berkali kali melakukan kekeliruan.

Wadah versi original adalah terbuat dari buah labu kecil (squash) yang dikeringkan , kemudian sesuai perkembangan jaman mereka membuat dari bahan2 lain dengan bentuk dan hiasan bervariasi,  tetapi selalu pada bagian atas mengecil.

Pertama tama yang dilakukan untuk menghidangkan Yerba Maté adalah mengisi wadah dengan air  sepertiga ketinggian wadah, lalu celupkan pipa pengisap kedalamnya. Setelah itu tuangkan serbuk Yerba Maté sampai setengah volume wadah. Kemudian serbuk itu harus ditekan tekan dengan sendok sehingga semua serbuk bercampur dengan air dibawahnya. Lalu tambahkan serbuk lagi sampai bibir wadah, tekan tekan lagi sampai padat, dengan posisi pipa tetap di dalam wadah. Setelah itu tuangkan air mendidih sehingga turun perlahan lahan kedalam serbuk sampai memenuhi wadah. Yerba Maté siap disajikan.

Bagaimana minumnya? Mengingat serbuk padat memenuhi wadah sampai di mulutnya? Jangan bayangkan minum Yerba Maté sama seperti minum teh. Caranya dengan disesap sedikit sedikit melalui pipa penghisap tadi. Dibagian bawah pipa penghisap terdapat lubang2 kecil seperti saringan, untuk mencegah serbuk ikut tertelan. Itulah sebabnya mengapa pipa harus ditaruh lebih dulu sebelum  serbuk dipadatkan. Pipa itu terus tertanam didalam wadah, kalau airnya habis tinggal tuang lagi air panas, begitu sepanjang hari. Rasanya pahit getir luar biasa…..orang orang local minum Yerba Maté seperti minum kopi atau teh, khasiat baik buruknya kurang lebih sama.

Pipa penghisap (sedotan) ada yang melengkung, ada yang lurus. Baik wadah maupun sedotannya didisiain dengan serius ditambah batu2 hias, diukir , dililit anyaman, berkaki dan macam macam lagi.

Advertisements

5 thoughts on “Yerba Maté

  1. Halo, Fe! Teman saya dari Brazil dulu mengirimkan yerba mate yang bentuknya sudah seperti teh celup. Saya suka sekali rasanya, tapi baru tahu bentuk aslinya ternyata seperti ini. Terima kasih ya sudah mampir ke blog kami, jadi kami bisa menikmati kisah-kisahmu yang menyenangkan!

    – Gypsytoes from The Dusty Sneakers

    Like

    • Hai Gt, thanks juga sudah baca2 fe’s world.Saya juga suka tulisan di Dusty Sneakers . Ya, memang yerba mate versi praktis (celup) ada, tapi jauh lebih oke yang asli…apalagi peralatannya unik , harus coba sendiri kalau kesana..

      Like

  2. Wah sejak dulu saya ingin sekali mencicipi minuman tradisional yg satu ini. Kata teman saya dari Córdoba, kalau kita dibuatkan mate oleh siapapun, kita tidak boleh mengaduknya. Sebab secara tidak langsung menunjukkan bahwa si pembuat mate “belum benar” membuatnya. Terus kita juga tidak dianjurkan berkata “gracias” kalau masih belum ingin berhenti minum. Jejeje re piola, no? Espero poder ir a Argentina algún día como vos. Saludos desde Bali kak Fe!

    Like

    • Ah..de bayu…maaf baru terjawab sekarang. Mba malah baru tahu kalau kita tidak boleh bilang gracias sebelum habis meminumnya.. Nah kalau mengaduk, rasanya juga sulit, karena banyakan ampasnya ketimbang airnya..hehe..tapi sesuatu banget loh nyobain yerba matte itu.., sama seperti pengalaman coba menyimpan daun coca di mulut, minum coca tea dinegara negara Latin lainnya.. sensasi yang beda ketika kita melakukannya ditempat aslinya..Semoga nanti Bayu juga bisa mencobanya di Argentina…Kapan2 kakak ditraktir ya..kalau ke Bali..sambil cerita2. Salam..

      Like

      • Unik ya kak.. oya, di Indonesia apakah tidak ada yg menjual yerba mate, gelas & bombillanya kak? Saya iseng browsing restoran argentina di bali tapi sayangnya tidak ada sama sekali. Mungkin di tempat kakak tinggal ada, hehe.. oke kak Fe, kabari saya kalau mau berkunjung ke bali (saya tinggal di denpasar). Nanti kita cerita-cerita 😀

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s