Titip Koper

Semakin tambah umur, beban koper jadi pertimbangan untuk mengatur jadwal perjalanan yang nyaman. Kenapa? Energi sudah harus lebih dihemat untuk yang lain2 daripada untuk mengangkat angkat koper.
Saya tidak ingin melakukan acara jalan jalan dengan serba minim perlengkapan.
Ingin nyaman ya harus siap segala galanya, otomatis bekal tidak bisa minim sampai sebatas travel bag atau duffel ukuran cabin, kecuali perjalanan seminggu atau 10 hari.
Bisa dibayangkan bahwa ditiap perjalanan, saya tidak ingin tampil kumal..artinya segar….artinya bawa perlengkapan make up komplit (anehnya justru waktu jalan2 saya lebih punya waktu untuk merawat muka)…artinya bawa baju2 anti kotor dan anti kusut (termasuk bubuk detergen buat cuci baju2 ringan dan pakaian dalam)…artinya perlengkapan mandi harus komplit (saya baru merasa segar kalau bisa berendam malam2 setelah selesai jalan seharian—sedangkan jatah sabun mandi atau shampoo hotel kadang2 tidak memadai..).
Saya juga ingin sehat selama perjalanan….artinya harus bawa vitamin , harus bawa obat2an ringan untuk flu, sakit perut, sakit kepala, sekarang tambah lagi obat penurun cholestrol, obat gosok analgesik , water pills.
Kenikmatan perjalanan juga penting buat saya…rokok kretek dan kopi bubuk wajib adanya. Supaya tidak repot saya juga membawa sekalian gula pasir dan spiral pemanas air serta sendok untuk membuat kopi…gelas pasti ada dikamar hotel. Untuk perkara kopi, tetap kopi tubruk paling nikmat…kopi instan adalah pilihan terakhir.
Belum lagi perlengkapan2 kecil yang kadang terpakai kadang juga tidak, tapi saya merasa harus dibawa…jas hujan, pembalut, perlengkapan jahit sederhana, gembok cadangan, wekker, obeng kacamata, lakban, tali, kantong plastik, karet gelang (tidak mudah cari karet gelang di negara orang),senter…ah banyak lagi.
Perjalanan 10 tahun yl. yang tidak termasuk dalam checklist sekarang adalah charger!!!! Kini perlengkapan itu cukup menyita tempat, charger hape, kamera, ipod ,blue tooth handsfree dan netbook (tiga yang terakhir ini tidak selalu) , tidak lupa harus bawa T steker dan travel plug (colokan listrik banyak beda2 lubangnya ditiap negara) . Flash disk juga saya bawa buat backup foto dari kamera..siapa tahu….??
Bobot koper ukuran 23 liter waktu berangkat untuk perjalanan 1 bulan bukan dimusim dingin adalah 15 kg termasuk duffel cadangan didalamnya, kondisi setengahnya kosong. Berat koper makin bertambah dan makin sesak dengan belanjaan, sampai duffel akhirnya keluar untuk diisi muatan juga!!!
Salah satu strategi saya adalah titip koper dihotel. Gratis…selama perjalanan masih dalam satu negara.
Caranya cari kota base, kemudian buat rute ketempat tempat lainnya yang kembali ke hotel tadi. Bermalamnya dipisah diawal dan diakhir perjalanan. Pasti mereka mau dititipi koper.
Duffel keluar untuk membawa kebutuhan wajib secukupnya, sedangkan oleh2, baju2 kotor ditinggal dikoper dan titip dihotel, bawaan jadi ringan.
Itupun pernah gagal, sehingga membuat saya lebih berhati hati lagi mengatur strategi. Titip koper tidak berlaku dihotel hotel bintang 3 keatas, atau chain hotel.
Malahan hotel bintang 2 , hostel yang taripnya jauh lebih murah mau terima titipan koper, padahal kadang mereka tidak punya storage khusus. Tentu saya lihat2 juga situasi hotelnya, kalau klas hotel2 kecil di tourist hub pasti aman, turis2 lain juga sering memanfaatkan cara ini. Kadang juga saya melihat titipan bertumpuk tumpuk dibelakang counter receptionist.
Pernah saya alami waktu di Dallas, akan pergi ke San Antonio 2 malam. Perhitungan saya koper boleh titip dihotel, karena saya sudah reserve untuk kembali bermalam disana. Hal yang lupa saya tanyakan adalah ada tidaknya fasilitas storage. Ternyata tidak boleh…..itu pengalaman terjadi di Amerika,di chain hotel kelas menengah. Seandainya bandara Dallas Forthworth punya fasilitas locker, saya tidak pusing…titip saja dibandara, toh saya terbang dan kembali dari San Antonio melalui DFW, walaupun harus keluar biaya…
Tidak nyaman melakukan perjalanan 2 malam harus angkut2 koper yang sudah lumayan padat isinya. Terpaksa saya titip koper pada teman yang kebetulan tinggal di Dallas. Untung ada kenalan, kalau tidak……..
Pelajaran yang berguna. Sekarang pada saat memilih hotel, penting memilih yang punya storage….sewaktu waktu saya berubah rencana , hal itu bisa dimanfaatkan.
Pilihan lain adalah titip koper di storage bandara/setasiun kereta api. Jadi begitu tiba dikota tujuan langsung taruh koper di custodian. Biasanya saya sudah menyiapkan kebutuhan seperlunya didalam duffel yang dimasukkan dalam koper. Setiba di custodian tinggal mengeluarkan duffel .
Advertisements

3 thoughts on “Titip Koper

  1. Wah serasa baca pengalaman sendiri mba baca post yg ini..hehehe.. Apalagi perempuan dan isi kopernya.. Duh! Ingin tetep terlihat seger tapi harus dengan perlengkapan seminimal mungkin.. Yang mulai berasa “beban” dibanding 7 tahun lalu ketika baru mulai traveling: charger..hehehe.. Sama mba, aku barusan aja iseng ngumpulan segala macam charger punyaku.. Astaga..! Udah ngabisin space lumayan ternyata di cabin luggage-ku.. Kalo ditambahin sama charger punya suami, itu si koper setengahnya abis sama charger dan printilannya doang..hahaha..

    Like

    • Perlu pinter2 cari penunjang gadget yg bisa dipake universal, untung charger sekarang makin ringan dan kecil ukurannya, Charger kamera aja yang ga bisa ditawar, masih gede2.Satu lagi netbook juga adapternya masih gede, sayang tablet masih belum mendukung keperluan mba untuk traveling sambil kerja…repot kalo traveling sambil kerja , tetap harus bawa baggage, ga bisa cabin aja huuu

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s