Nepal Imigrasi

Pertama roda pesawat menyentuh landasan, terasa beruntung masih pagi waktu setempat.
Baru pk 10, padahal terbang pagi dari Bangkok makan waktu 4 jam, berhubung GMT mundur, sehingga untung waktu sejam. Berarti bisa langsung jalan2.
Gedung bandaranya sederhana,atap genting bangunan tropis,tanpa AC.
Keluar dari pesawat menuju ke gedung, penumpang harus jalan kaki,tidak ada bus atau garbarata,dan saat itu kondisi lapangan lengang.
Selain pesawat yang saya tumpangi hanya ada 1 pesawat komersial lainnya sedang parkir,dan satu helikopter UN. Aneh sekali mengingat saya baru dapat status konfirm untuk tiket ke Kathmandu hanya seminggu sebelum tanggal keberangkatan. Logikanya bandara sibuk.
Lalu mulailah penumpang memasuki prosedur imigrasi. Selain formulir arrival yang diberikan di pesawat, kami harus mengisi formulir lagi, yang disediakan di meja meja tinggi. Info yang saya dapat dari Internet mengharuskan kita menyertakan pasfoto untuk proses Visa on Arrival. Beres,saya sudah siap. Tinggal cari money changer untuk tukar mata uang lokal, buat bayar tax.
Setelah memegang uang lokal, saya kembali kedalam antrian barisan menuju counter imigrasi.
Antrian sudah begitu sesak, padahal frekwensi kedatangan pesawat tidak tinggi.Sampai setengah jam barisan hanya bergerak maju satu meter.
Sambil menunggu giliran, saya sempat ngobrol dengan sesama turis. Ian berasal dari Scotland, dia sudah mempersiapkan diri selama 3 tahun untuk mencoba mendaki Himalaya. Dia akan mendaki bersama 3 orang rekan senegaranya yang sudah tiba lebih dahulu di Kathmandu ,disertai 2 sherpa (sebutan bagi pemandu gunung di daerah Himalaya) dan 2 paramedis lokal yang akan menyertai sampai ke base camp. Maju selangkah.
Dari Ian saya tahu mengapa begitu sulit untuk mendapatkan seat ke Kathmandu. Faktor kesulitan rute untuk sektor ini ternyata sangat tinggi,sehingga hanya sedikit penerbangan yang mau melayani jalur Himalaya, padahal peminatnya dari seluruh penjuru dunia.
Tidak bisa disepelekan karena Nepal adalah pintu masuk untuk mendaki puncak2 gunung favorit di pegunungan Himalaya, termasuk diantaranya adalah Mount Everest. Bahkan Ian juga harus terbang terpisah dengan rekan2nya karena faktor ini.
Oo….pantas saya harus menunggu lama untuk kepastian sebuah tempat duduk di pesawat ke Kathmandu.
Menyenangkan mengamati pelancong yang datang ke Nepal. Rata rata adalah golongan pecinta alam, terlihat dari gaya berpakaian dan jenis bawaannya. Kebanyakan membawa ransel besar besar, dengan sepatu trekking tergantung gantung diluar, sementara yang dikenakan adalah sandal jepit. Selepas imigrasi, saya mendapatkan banyak turis membongkar bagasi kemudian merakit sepeda gunung bawaannya, dan langsung dikendarai sambil memanggul ransel..
Satu jam berlalu dan saya berhasil sampai ke batas mampu melihat kegiatan di counter.
Disana duduk 4 orang petugas, tetapi kenapa prosedurnya begitu lama,saya masih belum mengerti apa penyebabnya.
Sampai setengah jam berikutnya baru saya berhasil tiba di muka counter dan mendapat giliran pelayanan.
Hmm… 1 passport harus melewati tangan 4 petugas di counter tadi. Satu yang menerima pembayaran tax, besarnya USD 30 dan tidak menerima pembayaran dalam mata uang lokal. Seorang lagi mencatat data passport dalam buku besar, seorang menulis visa di sticker, seorang lagi menandatangani dan membubuhkan stempel tanggal kedatangan di sticker tadi. Semua dilakukan secara manual. Tidak ada komputer, pemeriksaan sidik jari atau kamera.
Total makan waktu 3 jam sejak mendarat sampai lolos dari proses imigrasi.
Dihitung hitung saya masuk keluar bandara ini 5 x , termasuk penerbangan domestik dan transit. Untung proses imigrasi keluar tidak serumit waktu masuk.
Sementara itu saya kuatir tentang nasib bagasi yang ada diluar imigrasi, bagaimana kalau dibawa orang. Dari tempat antrian terlihat kereta bagasi pesawat sudah menuju ke gedung sejak 2 jam sebelum saya lolos imigrasi. Syukur koper saya berdiri aman diluar check point.
Dengan lemas saya keluar bandara, untuk langsung check in hotel lalu pergi keluar cari makan.
Kemudian kembali ke hotel untuk mandi sebab terlalu lelah untuk jalan2 apalagi tadi pagi jam 4 sudah bangun dan berangkat tanpa mandi untuk check in jam 5 di bandara Svarnabumi Bangkok!!!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s